Cuaca Panas Musnahkan Corona, Tapi Physical Distancing Utama


SAMARINDA - Terkait pengaruh cuaca dan iklim terhadap pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Apakah ini sangat berpengaruh terhadap penyebarannya bagi manusia/orang. 

 

Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Unmul dr Ika Fikria melalui Dosen Mata Kuliah Mikrobiologi FK dr Yadi menjelaskan dari berbagai literatur yang ada bahwa virus ini lebih menular saat suhu udara rendah. Karena, virus ini tidak tahan dengan panas. 

 

"Suhu udara yang panas dapat memusnahkan virus yang ada di lingkungan yang terkena sinar matahari," ucap dr Yadi dikonfirmasi Tim Berita Humas Setprov Kaltim di Samarinda, Ahad (5/4/2020).

 

Saat musim kemarau tentunya penularan virus ini akan sedikit terhambat. Karena, virus corona tidak tahan dengan cuaca tersebut.

 

Namun penyebaran virus ini sangat dipengaruhi oleh prilaku manusia. Semakin manusia membatasi jarak fisik antara satu dengan yang lain, maka sangat mengurangi penularan. 

 

"Suhu lingkungan memang berpengaruh, namun masih kecil. Physical distancinglah yang sangat besar pengaruhnya. Paling utama mengurangi penularan tersebut," jelasnya.

 

Berapa persen pengaruh suhu udara panas memusnahkan virus tersebut. 

"Saya tidak tahu pasti. Tapi rasanya sangat kecil. Bahkan, negara yang temperatur di atas 18 derajad hanya berpengaruh 5 persen untuk memusnahkan virus tersebut," sambungnya.

 

Yadi mengajak, agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik serta terus melakukan physical distancing. 

 

"Kita akan mampu menghentikan penularan penyakit ini, bila semua bekerja sama. Artinya, komitmen jaga jarak untuk melewati wabah ini agar cepat berakhir," pintanya.(jay/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait