Dampak Covid-19, Penumpang Turun 50 Persen

Foto : Rosehan Anwar

SAMARINDA - Mewabahnya Coronavirus Disease 2019  (Covid-19). Di Indonesia, khususnya di Kaltim juga berdampak pada penurunan penumpang antar kota seperti Samarinda-Sangatta dan Bontang, penurunannya sampai 50 persen.

 

Kepala Terminal Bontang Jafaruddin mengakui penguruh dan dampak Covid-19. Dimana sebelum ada kasus tersebut, dalam satu hari bisa diberangkatkan 10 sampai 12 unit bus ke Bontang dan Sanggatta. Tetapi sejak adanya kasus Covid-19 sehari hanya bisa berangkat maksimal lima hingga enam bus. 

 

“Dampak kasus Covid-19 sangat besar terhadap tranaportasi kita. Seperti jumlah penumpang ke Bontang maupun Sangatta. Setiap hari kita hanya bisa memberangkatkan maksimal enam bus itupun penumpangnya tidak full. Efek Covid-19 sangat luar biasa terhadap arus penumpang turun hingga  50 sampai 60 persen,” kata Jafaruddin kepada Tim Humsprov Kaltim melakukan pemasangan poster peduli social distancing dan imbauan melaksanakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dalam meminimalisir penyebaran Covid-19 diseluruh wilayah Kaltim, Selasa (34/3/2020).

 

Ditambahkan, wabah virus corona membawa dampak cukup besar pada jumlah penumpang di Terminal Bus Bontang di Samarinda,  yang melayani transportasi ke Bontang dan Sangatta. Sekarang ini penumpang ke Sangatta paling banyak 15 orang, padahal seat dalam satu bus 30 orang. Begitu pula sebaliknya yang datang dari Sangatta maupun Bontang hanya lima orang.

 

“Untuk tarif bus tujuan Sangatta yang ber AC Rp.55 ribu dan non AC Rp.42 ribu. Jurusan Bontang yang ber AC Rp.40 ribu dan non AC Rp.30 ribu, dimana tarif bus tersebut sudah diberlakukan sejak tahun 2004.

 

Kalau dulu penumpang cari bus, tetapi dengan adanya kasus Covid-19,  bus mencari penumpang, sebab sepinya penumpang menuju Bontang maupun Sangatta,” ujarnya. (mar/her/yans/humasprov kaltim)

Berita Terkait