Dari Sekadar Kunjungan hingga Makan Bareng SBY
Kunjungan Peserta Diklat Keprotokolan dan Tabel Manner ke Istana Presiden
 
ORANG TUA dulu selalu mengajarkan bahwa rejeki itu Tuhan yang atur dan itu memang benar. Hal ini dialami oleh peserta pelatihan Diklat Keprotokolan dan Tabel Manner Provinsi Kalimantan Timur. Kesempatan masuk Istana Presiden di Jakarta menjadi momen spesial bagi mereka. Sebab  tidak semua Pegawai Negeri Sipil (PNS) bisa berkunjung bahkan melihat langsung aktifitas Presiden Republik Indonesia.  
Kunjungan itu merupakan kelanjutan Diklat Keprotokolan dan Tabel Manner yang dilaksanakan Badan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Provinsi Kaltim. Sebanyak 26 orang ikut serta pada kunjungan ke Istana Negara yang dilaksanakan pada 17 Juni 2013 itu. Didampingi Kepala Badan Diklat Provinsi Kaltim Syafruddin Pernyata, Kabid Diklat Teknis dan Fungsional La Baresi, Kasubid Diklat Teknis Wahyuningsih dan staf di Lingkungan Badan Diklat. 
Diiringi hujan gerimis dan menggunakan setelan pakaian jas serta dasi lengkap, peserta berangkat menuju Istana. Setibanya di tempat tujuan, bis peserta disambut penjaga di pintu masuk. Di sini, rombongan diwajibkan menyerahkan kartu identitas kepada petugas. Setelah didata, selanjutnya peserta dipersilahkan masuk hingga ke area parkir istana. Sambil menunggu,  para peserta yang berasal dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Kaltim tersebut, disilahkan melihat berbagai hasil kerajinan yang dipajang dan cocok menjadi cenderamata.  
Tepat pukul 13.00 WIB, peserta diterima di ruang rapat Sekretariat Negara. Sebelum masuk, peserta harus diperiksa lagi oleh petugas jaga sebelum melewati metal detector. Dengan sabar, satu per satu peserta melewati proses pemeriksanaan itu dengan tertib hingga berjalan lancar. 
Kepala Sekretariat Presiden Nanang Djuana Priadi saat menerima rombongan didampingi Deputi Kepala Sekretariat Presiden Bidang Protokol, Pers dan Media Suprapto serta Staf Protokol Faturahman. Dalam kesempatan itu, Nanang mengatakan suatu kehormatan mendapatkan kunjungan dari Kaltim karena hal ini merupakan yang pertama kali dilakukan.   
“Adalah hal yang membanggakan bisa menerima bapak dan ibu di tempat ini. Nanti silahkan keliling kompleks Istana negara dan sekaligus melihat proses kegiatan keprotokolan. Kebetulan hari ini Bapak Presiden menerima kunjungan Kenegaraan Perdana Menteri Papua Nugini. Mudahan bisa melihat langsung upacara penyambutannya,” ujar Nanang. 
Sementara itu, Kepala Badan Diklat Provinsi Kaltim Syafruddin Pernyata mengatakan kunjungan ini dimaksudkan agar peserta Diklat bisa melihat langsung persiapan kegiatan protokol kepresidenan. Selain bisa menambah rasa kebangsaan bagi para Peserta Diklat. 
“Dengan kunjungan ini diharapkan peserta bisa melihat praktek kegiatan protokol. Mulai dari persiapan hingga pelaksanaan acara. Selain memberikan rasa kebangsaan karena mengunjungi simbol-simbol kenegaraan,” kata Syafruddin. 
Sebelum kunjungan lapangan, para peserta Diklat diberikan paparan mengenai tata cara keprotokolan Istana. Mulai dari jenis upacara penyambutan hingga aturan penempatan duduk Presiden saat menerima tamu kenegaraan. 
Pada paparan itu juga ditampilkan foto-foto kegiatan saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima tamu kehormatan, antara lain Presiden Amerika Barrack Obama. Mulai dari penerimaan di bandara, jamuan makan hingga pertemuan penting. 
Selanjutnya, dipandu staf Protokol Kepresidenan Faturahman, Kepala Badan Diklat Provinsi Kaltim dan rombongan mengelilingi komplek Istana Kepresidenan. Rombongan diajak melihat lokasi untuk upacara penerimaan tamu kenegaraan, ruang kerja presiden hingga ruangan untuk jamuan makan. 
Persiapan Upacara 
Suasana Istana Negara siang itu nampak ramai. Dijadualkan, pukul 16.00 WIB,  Presiden SBY akan menyambut Perdana Menteri Papua Nugini Peter O'Neil. Seluruh staf Kepresidenan mulai dari protokol hingga petugas upacara sibuk melakukan persiapan. Perlengkapan upacara diperiksa dengan detail. Komandan upacara juga sibuk merapikan pasukannya. Petugas Korsik pun beberapa kali melantunkan lagu kebangsaan kedua negara.Termasuk petugas MC yang sibuk berkoordinasi untuk susunan acara upacara.  
Di sisi lain, petugas peliput juga mulai berdatangan dan menempati tempat yang telah disediakan. Beberapa wartawan, terutama media televisi sibuk mempersiapkan alat liputan. Sesuai aturan, para peliput harus ditempatkan  300 meter dari lokasi upacara. Hanya wartawan kepresidenan yang boleh bergerak lebih dekat. 
Setelah upacara selesai, selanjutnya peserta diajak menuju ruangan jamuan makan malam. Nampak puluhan meja bundar dan kursi telah disusun rapi. Puluhan lampu hias juga tergantung indah. Di tiang-tiang ruangan dipajang foto mantan Presiden Republik Indonesia dalam ukuran besar. Beberapa pintu dan jendela juga dihiasi tirai berwarna merah yang didesain dengan baik sehingga nampak megah.  
Persiapan juga terus dilakukan. Mulai dari tata letak meja makan, letak podium kehormatan serta susunan kursi untuk tamu kehormatan dan undangan lain. Petugas taman pun lalu lalang membawa bunga yang disusun di sekitar podium dan panggung acara. Bagian konsumsi pun sibuk menyusun letak alat makan mulai dari gelas, pisau, sendok makan, sendok bubur dan garpu. Selain petugas protokol, nampak juga puluhan Petugas Pengamanan Presiden (Paspampres) berpakaian batik dan menggunakan alat komunikasi berjaga mengawasi persiapan itu. 
Di ruangan inilah Presiden SBY sering menjamu tamu negara yang berkunjung. Pada jamuan nanti, selain ada acara seremonial berupa sambutan selamat datang juga akan dimeriahkan dengan tari-tarian nusantara,” jelas Faturahman. 
Sesaat sebelum kegiatan jamuan dimulai, petugas pun sibuk melakukan persiapan akhir. Tidak berapa lama, tamu undangan kedua negara mulai berdatangan. Petugas protokol sibuk mengarahkan tamu undangan ke meja yang telah ditentukan. Nampak hadir Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik serta Menteri Pertahanan dan Keamanan Purnomo Yusgiantoro. 
Setelah semua dirasa siap, selanjutnya menggunakan bahasa Inggris memberitahukan hadirin bahwa Presiden SBY didampingi ibu Negara, Ani Yudhoyono dan Perdana Menteri Papua Nugini Peter O'Neil beserta istri Lynda May Babao memasuki ruangan. Selanjutnya masuk ke acara seremonial diawali menyanyikan lagu kebangsaan kedua negara. setelah itu, sambutan Selamat Datang dari tuan rumah dan dilanjutkan tamu kenegaraan. 
Dalam sambutannya, Presiden SBY mengatakan rakyat dan negara Papua Nugini punya kedekatan, baik itu budaya dan ekologi. Menurutnya, selain tradisi yang unik Papua Nugini juga memiliki keanekaragaman hayati.  Sejumlah hewan sifatnya khas dan jarang ditemukan di tempat lain. 
“Rakyat dan negara Papua Nugini punya kedekatan dengan kami. Kesamaan budaya, tradisi dan ekologi yang ada menjadi modal dasar dalam membangun kebersamaan. Apalagi kedekatan geografis bisa menambah jalinan kedekatan menjadi erat,” ujar SBY. 
Senada dengan Presiden SBY, Perdana Menteri Papua Nugini Peter O’Neil mengatakan hubungan yang erat itu menjadikan kedua negara tidak hanya berteman. Tapi dapat bermitra  menjalin hubungan sehingga menciptakan masyarakat yang maju di tingkat global.  
“Hubungan itu penting dan istimewa karena perbatasan yang dekat. Hubungan ini harus terus bergerak meningkat baik ekonomi dan bisnis. Agar menciptakan peluang bagi masyarakat sehingga menjadi pondasi untuk berinteraksi lebih erat,” kata O’Neill. 
Setelah upacara seremonial, acara dilanjutkan dengan hiburan. Beberapa tarian yang dibawakan antara lain Tari Piring (dari Sumatera Barat), Tari Udumbara (Etnik Betawi) dan Tari Balian Dadas (Kalimantan Tengah). (agus eko/hmsprov)
 
//Foto: TAMBAH WAWASAN. Peserta Peserta Diklat Keprotokolan dan Tabel Manner. (ist)
 
 
Berita Terkait
Government Public Relation