Datang Lagi, Jokowi Ingin Lihat Kemajuan Jalan Tol, Awang : Seksi I Sudah 63,1 Persen

Gubernur Awang Faroek Ishak dan Presiden Jokowi saat meninjau pembangunan jalan tol tahun lalu.(dok/humasprov)

 

Datang Lagi, Jokowi Ingin Lihat Kemajuan Jalan Tol, Awang : Seksi I Sudah 63,1 Persen

 

SAMARINDA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali berkunjung ke Kaltim, Kamis (13/7). Kabarnya Presiden Jokowi akan melihat langsung kemajuan sejumlah proyek strategis nasional yang dibangun di Bumi Etam. Diantaranya adalah Jalan Tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,02 km dan Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kota Balikpapan yang dibangun dengan pendanaan kolaborasi APBD PPU, APBD Kaltim dan APBN.

 

Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengungkapkan sejumlah proyek strategis nasional yang digarap mengalami kemajuan sangat berarti. Jalan tol Balikpapan-Samarinda yang Desember tahun lalu sudah dua kali 'ditengok' Jokowi bahkan realisasinya melebihi target (rencana). "Progress Seksi I hingga Juli 2017 mencapai 63,166 persen dari rencana 61,63 persen. Terdapat deviasi sebesar 1,528 persen. Tentu ini perkembangan yang sangat positif," kata Awang Faroek di Kantor Gubernur, Rabu (12/7).

 

Seksi I meliputi Km. 13 Balikpapan – Samboja dengan panjang 22,025 km. Seksi ini dibagi menjadi 5 segmen yaitu segmen I sepanjang 4,40 km, segmen II sepanjang 3,45 km, segmen III sepanjang 5,9 km, segmen IV sepanjang 3,90 km dan segmen V sepanjang 3,28 km. Sedangkan Seksi V meliputi km 13 Balikpapan-Batakan/Sepinggan sepanjang 11 km.

 

Kabar baiknya, Seksi I telah dilaksanakan pembukaan badan jalan sepanjang 19,055 km dan rigid pavement sepanjang 13,479 km. "Secara keseluruhan jalan tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99,02 km telah dilaksanakan pembukaan badan jalan sepanjang 59,845 km dan rigid pavement sepanjang 19,159 km," tambah Awang.

 

Lebih jauh Awang menjelaskan jalan tol pertama di Kalimantan ini sudah menjadi bagian Jaringan Nasional Jalan Tol yang ditetapkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pembangunan jalan tol ini dibagi menjadi 5 seksi. Pada tahap I telah dilakukan pembangunan dengan model pembiayaan multi years contract (MYC) bersumber dari APBD Kaltim 2010-2013. Telah dilaksanakan pekerjaan pembukaan badan jalan sepanjang 42,75 km dan rigid pavement sepanjang 5,10 km. Nilai kontrak tahap I ini sebesar Rp 1,37 triliun. Pembangunannya kemudian dilanjutkan dengan MYC tahun 2015-2018 dengan nilai kontrak Rp 1,42 triliun.

 

Rencananya Presiden Jokowi juga akan melihat progress pembangunan Jembatan Pulau Balang. Pembangunan jembatan ini terdiri dari 2 bagian yaitu bentang pendek sepanjang 470 meter yang dibangun dana APBD Kaltim, sedangkan bentang panjang sepanjang 804 meter dibangun dengan dukungan APBN dengan pola MYC dengan nilai kontrak mencapai Rp 1,3 triliun. Sementara dukungan APBD Kaltim mencapai Rp425 miliar. "Kami mengharapkan dukungan tambahan APBN untuk menyelesaikan jalan akses sisi PPU dan sisi Balikpapan. Sampai saat ini penyiapan badan jalannya sepanjang 40 km telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten PPU," ungkap Awang.

 

Memanfaatkan momen kunjungan Jokowi untuk ketigakalinya ini, Gubernur Awang Faroek juga akan melaporkan perkembangan kerjasama Indonesia dan Federasi Rusia melalui PT. Kereta Api Borneo (KAB) yang merupakan BUMN Federasi Rusia dan PT. Surya Ganda Manajemen Teknik Indonesia (SGMTI), yang merupakan kepanjangan tangan dari Blackspace, perusahaan swasta dari Federasi Rusia. 

 

Kemajuan pembangunan Bendungan Teritip di Balikpapan dan Bendungan Marangkayu di Kutai Kartanegara juga akan dilaporkan Gubernur Awang Faroek dan rencana pembangunan Jembatan Penajam Balikpapan (Jembatan Teluk Balikpapan) yang direncanakan dibangun dengan panjang 5,4 km lebar 33 meter.  Akhir Juli 2017 dokumen perencanaan sudah akan diserahkan ke Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) oleh PT. Waskita Karya Toll Road selaku pemrakarsa. "Saya akan kembali usulkan lanjutan jalan tol hingga Kota Bontang, bahkan tembus ke Kawasan Ekonomi Khusus Maloy di Kutai Timur. Saat berkunjung Desember tahun lalu, Pak Jokowi sudah setuju. Saya akan minta agar ini bisa jadi  bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN)," kata Awang.

 

Kunjungan Presiden Jokowi kali ini juga bertepatan dengan pelaksanaan Rapat Kerja Pusat dan Daerah yang akan mengusung tema Diversifikasi Sumber Dana Pembangunan. Rapat tersebut juga akan dihadiri sejumlah menteri diantaranya Menko Maritim Luhut Panjaitan, Menteri ESDM Ignatius Jonan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono dan Gubernur BI Agus Martowardoyo. (sul/es/humasprov) 

Berita Terkait
Government Public Relation