Dengan Revolusi Mental Segalanya Harus Lebih Baik

SAMARINDA– Setiap aparatur sipil negara (ASN) harus memiliki pola pikir yang benar dan tepat agar dapat meningkatkan kinerja atas pelaksanaan amanah yang diembannya. Selain pola pikir, sikap dan perilaku pegawai juga harus tepat dan benar. 

"Dengan  revolusi mental, percepatan reformasi birokrasi yang dilaksanakan akan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Tujuan utamanya meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat," kata Asisten Administrasi Umum Setdaprov Kaltim Dr Meiliana, akhir pekan lalu.           

Selain itu, revolusi mental diharapkan juga berpengaruh terhadap  budaya kerja. Diantaranya meningkatnya disiplin, semangat kerja dan produktivitas pegawai sesuai bidang tugas masing-masing.

"Dengan  revolusi mental,  kita ingin membangun kapasitas setiap aparatur dan juga memberikan pemahaman tentang bagaimana bersikap, berkoordinasi dan mengambil keputusan. Sekaligus mengubah pola pikir aparatur agar lebih inovatif serta meningkatkan kinerja instansi pemerintah," kata Meiliana. 

Untuk memungkinkan ASN melaksanakan amanah yang diembannya, maka mereka memerlukan orientasi  berpikir yang benar  dan tepat. Demikian pula  sikapnya. Itulah peran revolusi mental. Revolusi mental akan menghilangkan  karakter yang dapat menghambat kinerja para ASN.

"Oleh karena itu, kita harapkan Pendidikan dan Pelatihana (Diklat) Revolusi Mental di Subang, Jawa Barat yang diikuti 62 pejabat eselon II, III dan IV di lingkungnan Pemprov Kaltim  benar-benar mampu  mengubah sikap mental ASN kita," ujarnya.        

Gerakan revolusi mental menurutnya sangat penting  untuk mengubah  pola pikir aparatur sipil negara agar memiliki kepribadian, karakter dan mental yang kuat dalam menghadapi persaingan.

"ASN merupakan tulang punggung pelaksanaan birokrasi. Dengan  birokrasi yang kuat yang bekerja efektif memungkinkan semua program pemerintah berjalan dengan baik, sesuai apa yang kita harapkan bersama," kata Meiliana. (mar/sul/hmsprov)

Berita Terkait
Government Public Relation