Dengan Visi Kaltim 2030, Rhenald Kasali : Masa Depan Kaltim akan Lebih Baik

Gubernur Awang Faroek bersama para pakar yang menjadi pembicara pada Kaltim Summit III. (SYAIFUL/HUMASPROV)

 

SAMARINDA - Kaltim sekarang terus berlari semakin kencang. Hal ini jelas terlihat dari progres pembangunan selama kepemimpinan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak. Mulai Jalan Tol Balikpapan-Samarinda,  Bandara APT Pranoto, Jembatan Pulau Balang, Jembatan Mahakam IV, hingga pengembangan kawasan industri dan pelabuhan internasional.

 

Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Rhenald Kasali ketika menjadi narasumber Kaltim Sammit III mengatakan, apa yang direncanakan Pemprov Kaltim merupakan langkah jangka panjang. "Transformasi ekonomi yang dilakukan Gubernur Awang Faroek bukan lari jangka pendek, tetapi lari dengan rintangan jarak panjang. Di mana seluruh rakyat Kaltim bersama pemerintah daerah harus berlomba-lomba mewujudkan kesejahteraan rakyat dengan keterampilan tingkat tinggi," kata Rhenald Kasali ketika menyampaikan paparan sebagai narasumber di Kaltim Sammit III di Convention Hall Samarinda, Kamis (15/2).

 

Keterampilan dimaksud, yaitu mampu melakukan regulasi dengan benar, melakukan lobi-lobi hingga mendatangkan investor, hingga koordinasi dengan berbagai pihak di daerah maupun pusat. Jika, Kaltim ingin berkembang baik, memang sulit tetapi bisa. Masyarakat jangan hanya melihat pembangunan saat ini, tetapi bagaimana melihat pembangunan di masa depan. "Karena itu, siapa pun Gubernur Kaltim ke depan seharusnya dapat melanjutkan apa yang telah dibangun Gubernur Awang Faroek Ishak. Karena, apa yang dilakukan Awang Faroek Ishak saat ini demi masa depan rakyat Kaltim 15 hingga 30 tahun ke depan," jelasnya.

 

Apabila ada calon yang memiliki visi dan misi, serta didukung dengan program-program yang siap melanjutkan itu, maka Kaltim akan menuju provinsi yang berkemajuan. Menurut Rhenald Kasali, Kaltim daerah yang tenang. Perlu calon pemimpin yang kreatif. Perlu memikirkan bagaimana mengatur anak-anak muda di masa depan. Termasuk aparatur pemerintahan yang jauh lebih berkualitas dan akrab dengan ilmu pengetahuan dan tehnologi.  "Gubernur Awang Faroek Ishak adalah ilmuwan. Karena itu, Awang berpikir ke depan tidak hanya bergantung pada SDA. SDA tidak akan abadi," jelasnya. (jay/sul/humasprov)

Berita Terkait