Deputi BKN: Penuhi Kebutuhan Tenaga Assessor

Assessment Centre Kaltim Dinilai Sangat Layak

SAMARINDA – Pemprov melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) terus berupaya untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) aparatur guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik di Kaltim. Salah satu instrumen pendukungnya adalah Assessment Centre Pemprov Kaltim yang sudah mulai dioperasikan sejak 17 Februari 2014.

Gedung Assessment Centre Kaltim ini dilengkapi dengan sejumlah fasilitas penunjang, diantaranya ruang Computes Assisted Test (CAT), ruang pengamatan, ruang diskusi, ruang rekaman, 12 ruang kamar untuk assesse (peserta) dan enam ruang kamar untuk assessor, serta musholla.

Deputi Bina Kinerja dan Perundang-undangan Badan Kepegawaian Negara (BKN) S Kuspriyo Murdono bersama jajarannya didampingi Kepala BKD Kaltim HM Yadi Robyan Noor melakukan peninjauan ke gedung tersebut. Hal ini dilakukan untuk melihat standar yang sesuai dengan ketetapan dari BKN sebagai pembina penyelenggaraan assessment centre untuk lingkup PNS.

“Dari fasilitas yang ada termasuk ruang untuk mengamati peserta assessment, ruang diskusi dan ruang recording, gedung assessment centre milik Pemprov Kaltim ini sangat layak dan bahkan lebih baik dari fasilitas yang dimiliki BKN,” ungkap Kuspriyo Murdono, Rabu (19/2).

Kuspriyo mengatakan Assessment Centre Pemprov Kaltim dapat digunakan untuk coverage Indonesia Timur termasuk lingkup Kaltim dan Kaltara. Untuk mewujudkan hal itu, BKN akan membantu tenaga assessor.

“Meskipun tempat itu penting, tetapi jauh lebih penting tenaganya. Kita siap memback up itu,” katanya.

Peninjauan kali ini merupakan yang kesekian kalinya, setelah sebelumnya Assessment Centre Pemprov Kaltim juga dikunjungi oleh BKD Maluku, BKD Jawa Barat dan terakhir adalah BKD Jawa Tengah yang saat ini melalui Tim Assessment Centre nya sedang melakukan pengukuran kompetensi melalui Quasi Assessment Program (QAP) untuk pejabat eselon III Pemprov Kaltim.

Sementara itu, Kepala BKD Kaltim HM Yadi Robyan Noor mengungkapkan dibangunnya gedung Assessment Centre ini tidak terlepas dari komitmen dan kebijakan Gubernur Kaltim untuk meningkatkan kualitas SDM aparatur dilingkup Pemprov Kaltim. Karena, melalui Assessment Centre dapat dilakukan pengukuran kompetensi seorang PNS, melalui metode QAP yang hasilnya dapat dipertanggungjawabkan dan komprehensif.

Terkait penilaian positif dari Deputi BKN, pria yang akrab disapa Roby ini mengatakan penilaian tersebut masih bersifat sementara, karena nanti akan ada penilaian selanjutnya yang secara khusus dilakukan oleh Tim Assessment BKN.

“Tim tersebut nanti akan melakukan validasi dan verifikasi apa yang harus disempurnakan. Sehingga kedepan, Assessment Centre Pemprov Kaltim sudah sangat siap dan pada gilirannya akan diresmikan oleh Gubernur Kaltim,” kata Roby.

Demikian halnya untuk tenaga assessor, Roby menyebut saat ini BKD Kaltim telah bekerjasama dengan Psikologi Angkatan Darat untuk mempersiapkan tenaga assessor yang nantinya akan bertugas di Assessment Centre Pemprov Kaltim. Kondisi saat ini, BKD memiliki enam orang calon tenaga assessor, yakni dua orang lulusan psikologi dan empat lainnya sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan.

“Ibarat di pesawat, sekarang keenam orang tersebut menjadi co-pilot. Minimal mereka sudah melakukan 10 kali pengukuran kompetensi. Mereka saat ini sudah dua kali melakukan pendampingan assessment test. Termasuk untuk pengukuran kompetensi bagi pejabat eselon III Pemprov Kaltim mendampingi Tim Assessment BKD Jawa Tengah,” pungkas Roby. (her/es/hmsprov).

 

///FOTO : Kepala BKD Kaltim HM Yadi Robyan Noor (kiri) bersama Deputi Bina Kinerja dan Perundang-undangan Badan Kepegawaian Negara (BKN) S Kuspriyo Murdono dan jajarannyan saat meninjau gedung Assessment Centre Kaltim.(heru/humasprov kaltim)

 

Berita Terkait
Government Public Relation