Kalimantan Timur
Derawan Bisa Lebih Dari Maldives

Keindahan Pulau Derawan dan pulau lain di Kabupaten Berau tak kalah menarik dibanding kepulauan Maldives. Sayang destinasi wisata Kaltim belum menjadi 15 prioritas destinasi wisata dalam RPJMN 2020-2024. (ADI SUSENO/HUMASPROV KALTIM)

SAMARINDA - Maldives atau Maladewa adalah negara dengan populasi penduduk terkecil di kawasan Asia. Indahnya kepulauan di perairan Samudera Hindia itu mampu mereka kelola dengan baik, sehingga menjadi pundi-pundi devisa bagi negara. Mereka pun sukses menjadi eksportir hasil perikanan.  

Kementerian Pariwisata setempat merilis, tahun 2020 sebelum pandemi Covid-19, turis yang datang ke Maldives tercatat 382.760 wisatawan. Sedangkan setelah dibukanya lockdown pada Juli hingga akhir tahun 2020, jumlah wisatawan bertambah sekitar 44.365 orang. Total pelancong yang datang ke Maldives  pada tahun 2020 sekitar 427.365 orang. 

“Sebenarnya Maldives itu negara kecil. Kalau dibanding kepulauan Derawan, Maratua, Sangalaki, Kakaban, dan lainnya, masih besar kita. Keindahan kita pun tidak kalah bagus sebenarnya,” kata Gubernur Kaltim Dr H Isran   Noor saat meresmikan pengiriman Kapal Swath Robin karya anak-anak Kalimantan Timur ke Maldives, Jumat (16/7/2021).

Sesungguhnya lanjut mantan ketua asosiasi para bupati se-Indonesia itu, prospek destinasi wisata laut Kaltim jauh lebih besar dibanding Maldives. Tapi faktanya, Maldives sukses menjadi surga wisata bagi para pelancong dunia.

“Kita hanya kurang fokus mengelola pariwisata. Secara nasional, kita juga tidak termasuk 15 destinasi prioritas dalam RPJMN 2020-2024. Ini adalah tantangan bagi kita semua,” tandas Isran.

Optimis Gubernur Isran Noor muncul ketika melihat anak-anak Kaltim ternyata mampu memproduksi kapal-kapal pesiar yang justru diminati para pengusaha di Maldives. Promosi potensi industri galangan kapal di Kaltim ini menurut Gubernur Isran Noor perlu terus didorong agar memberikan dampak ekonomi bagi daerah secara langsung.

Gubernur juga menyebut, nilai investasi di bidang industri galangan kapal di Kaltim saat ini mencapai Rp500 miliar atau sekitar setengah triliun. Prospek ekonomi yang menurutnya masih bisa terus dipromosikan kepada dunia.

Selain itu, dia juga meminta Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Sri Wahyuni bisa membuat kapal sejenis Swath Robin untuk membantu promosi pariwisata di kepulauan Derawan dan sekitarnya.

“Kalau dua juta Dolar saja Bu Sri (Kepala Dinas Pariwisata Kaltim) pasti bisa. Asal mesinnya 3000 HP (horse power),” ucap Gubernur setengah bercanda. (sul/humasprovkaltim)

Berita Terkait