Di Siram Air Bidadari

tim Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Kaltim dan awak media di Air Terjun Bidadari (rian/humasprovkaltim)

BERAU - Pergi ke Desa Teluk Sumbang, Kecamatan Biduk-Biduk, Berau, tak lengkap jika tidak mengunjungi Air Terjun Bidadari. Melewati jalan setapak demi setapak tim Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Kaltim dan awak media menuju Air Terjun Bidadari, Selasa (5/11/2019). 

Bukan perjalanan yang mudah. Sebab lokasi air terjun itu berada jauh di dalam hutan dengan akses jalan setapak. Medan yang ditempuh bukanlah jalan mulus dan datar. Jalan setapak yang dilalui mendaki bukit terjal berbatu dan menuruni bukit yang curam. Salah pijak bisa tergelincir.

"Hanya orang yang hobi dan memiliki tekad kuat yang bisa melewati ini. Kalau orang yang tidak biasa, pasti berat," tutur Kepala Bagian Kehumasan Andik Riyanto.

Selama perjalanan, beraneka pohon, rotan dan flora lainnya menaungi jalan, menutup cahaya matahari menembus tanah. Tak hanya pohon, ada pula akar bajakah yang menjulur di antara pepohonan.

Tak menyia-nyiakan kesempatan itu, awak media dan Humas langsung ingin mencoba meminum air akar bajakah tersebut. Pemandu dari Desa Teluk Sumbang langsung memotong akar itu, tetesan air berwarna bening mengucur perlahan. Air itu, langsung diminum dari dari akarnya.

"Aromanya seperti akar pohon. Pertama diminum rasanya seperti air biasa. Setelah ditelan, ada sedikit sepat," tutur Kasubbag Internal Ekternal Murni saat mencoba air bajakan tersebut.

Selama kurang lebih 45 menit akhirnya tim berhasil sampai di Air Terjun Bidadari. Derasnya air mengucur dari tebing dengan keindahan alamnya seketika membayar penat lelahnya perjalanan.

Sejuknya air memanggil-manggil untuk berenang. Apalagi cuaca sedang cerah, badan sudah gerah, betis pun sudah penat. Tak ragu-ragu, awak media dan Humas langsung menyeburkan diri.

Konon, menurut cerita rakyat setempat, ada bidadari yang mandi di air terjun itu. Sehingga diberi nama Air Terjun Bidadari. (yuv/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation