Dialog di Studio RRI Jakarta

Gubernur:  MP3EI Merupakan Kesempatan Emas Buat Kaltim
 
JAKARTA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak didampingi Kepala Bappeda Kaltim Dr H Rusmadi menjadi nara sumber dalam program Dialog Interaktif yang dipandu Agrani Sihombing, di Studio RRI Pro 3 Nasional, Jakarta, Rabu (17/4). Pada kesempatan itu, Gubernur memaparkan tentang pelaksanaan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di Kaltim.
Gubernur mengungkapkan luas wilayah Kaltim sama dengan 1,5 kali pulau Jawa dan Madura. Kaltim memiliki penduduk yang heterogen dengan jumlah  penduduk  sekitar 4,1 juta jiwa yang tersebar di 14 kabupaten/kota.     "Boleh dikatakan Kaltim itu seperti Indonesia mini, tetapi selama ini kita hidup dengan damai dan tenteram. Suasana yang kondusif didukung dengan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, itu menjadi modal untuk menarik investor untuk menanamkan modal di Kaltim," ungkap Gubernur.
Dengan visi Kaltim Bangkit 2013, menurut dia, pembangunan dilakukan secara inklusif dan berkeadilan, jadi bukan hanya slogan semata. Pembangunan harus merata sehingga dapat dirasakan seluruh masyarakat.     Saat ini, sambung dia, Kaltim merasa terbantu dengan adanya program MP3EI dari pusat. Karena dengan MP3EI, program pembangunan di daerah bersinergi dengan program pusat.
"MP3EI ini merupakan suatu kesempatan emas dan terobosan yang luar biasa. Karena pembangunan daerah dulunya hanya mengandalkan APBD provinsi dan kabupaten/kota saja. Tetapi dengan MP3EI, daerah dapat berkolaborasi dan bekerjasama dengan BUMN maupun swasta melalui metode private public partnership (PPP). Jadi pembangunan daerah dapat terus dipacu guna terwujudnya pemerataan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," jelasnya.
Dalam program MP3EI, Kaltim masuk dalam Koridor III Kalimantan sebagai pusat produksi dan pengolahan hasil tambang dan lumbung energi. Dari tujuh lokus pembangunan yang ada di Koridor Kalimantan terdapat empat lokus pembangunan di Kaltim, dengan jumlah 157 proyek dan nilai investasi Rp462 triliun dari Rp560 triliun total nilai investasi MP3EI di Koridor Kalimantan.
"Tingginya nilai investasi untuk Koridor III dikarenakan Kalimantan memiliki potensi sumber daya alam yang besar, termasuk Kaltim dengan potensi minyak bumi, gas bumi dan batu bara. Namun, kedepan kita akan fokus pada pengembangan hilirisasi produk migas dan batu bara, serta komoditi lainnya seperti kelapa sawit, sehingga tidak lagi menjadi pengekspor bahan mentah, melainkan bahan jadi yang bernilai ekonomi tinggi," urainya.
Pada dialog interaktif tersebut, beberapa pendengar RRI Pro 3 Nasional yang berasal dari sejumlah daerah di Indonesia termasuk Kaltim juga ikut berpartisipasi. Salah satunya adalah Budi dari Denpasar yang keluarga besarnya berada di Kaltim. Dia mengapresiasi pembangunan di Kaltim dan menganggapnya sangat penting.
"Meskipun tertinggal dengan pembangunan di Pulau Jawa namun perkembangan pembangunan di Kaltim terus menggeliat. Wilayah Kaltim sangat luas, jadi Bapak Awang Faroek bersama jajarannya harus terus bekerja keras untuk melaksanakan pemerataan pembangunan," harapnya.
Sementara itu, penelpon dari Kutai Barat, Hanye, juga mengapresiasi upaya Gubernur beserta jajaran Pemprov Kaltim dalam untuk membangun Studio RRI di Sendawar sehingga masyarakat Kutai Barat dan sekitarnya dapat mengakses informasi terbaru melalui RRI. Selain itu, Hanye juga mengucapkan terima kasih atas pembangunan infrastruktur jalan pendekat dari Kubar ke Balikpapan melalui Petung.
"Untuk RRI di Sendawar harus tetap dipertahankan, meskipun ada pemekaran Kabupaten Mahakam Ulu. Karena kami merasa terbantu dengan Studio RRI di Kutai Barat," ucapnya.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur menyebut apa yang dilakukan Pemprov Kaltim adalah semata untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk untuk mengakses informasi dan menikmati hasil pembangunan yang dilaksanakan pemerintah daerah.
"Terima kasih untuk dukungan masyarakat. Kita bertekad menjadikan Kaltim lebih baik dengan membangun infrastruktur jalan dan jembatan, Bandara dan pelabuhan, serta infrastruktur penunjang lainnya disemua kabupaten/kota guna memacu pertumbuhan ekonomi dan membuka konektivitas antar daerah di Kaltim yang bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," harapnya. (her/hmsprov).

Foto: Gubernur Kaltim, Dr H Awang Faroek Ishak (lima dari kanan) bersama sejumlah pejabat Pemprov Kaltim dan jajaran Direksi LPP RRI, usai melakukan dialog interaktif. (heru/humasprov kaltim)
 

Berita Terkait