Diklat Revolusi Mental di Lingkungan Pemprov Kaltim

SUBANG – Saatnya Kaltim bekerja keras membangun daerah demi menyongsong kehidupan yang jauh lebih baik untuk masa depan Indonesia, seiring dengan persaingan global yang semakin ketat dan terus bergerak. Dibutuhkan  manusia tangguh yang memiliki karakter, sesuai dengan budaya dan kepribadian luhur yang dicontohkan para pendahulu.

           Hal itu dikatakan, Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal pada pembukaan Diklat Revolusi Mental yang diukuti 62 perserta dari jajaran pejabat struktural eselon II, II dan IV di lingkungan Pemprov Kaltim di Kampus Pendidikan Revolusi Mental dan Pembangunan Karakter Bangsa Indonesia di Subang, Jawa Barat, Ahad kemarin (20/3).

            Dalam kesempatan itu, Mukmin mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan penuh Pemprov Kaltim untuk mendorong terciptanya manusia berkarakter, sesuai dengan kepribadian bangsa, melalui Gerakan Nasional Revolusi Mental yang merupakan program prioritas ke-8 Nawacita.

            “Melalui gerakan ini, kita semua berharap bisa mengubah mental dan karakter manusia Indonesia yang berwibawa dan berprilaku sesuai dengan budaya  serta berkepribadian bangsa, sehingga mendapat tempat terhormat dalam pergaulan bangsa-bangsa dunia,” kata Mukmin.

            Menurut dia, sejarah panjang perjalanan Bangsa Indonesia bisa dikatakan kurang beruntung karena mendapat perlakuan tidak sehat akibat penjajahan oleh bangsa asing sehingga berdampak terhadap mental bangsa ini.

            Berbagai persoalan sosial kermasyarakatan, membutuhkan penanganan cepat dan tepat dengan sumber daya manusia tangguh, dengan bekal mental yang kuat sesuai dengan kehidupan sosial dan budaya yang berkembang di negeri ini.

            “Karena itu, saatnya kita bangkit dan berjuang untuk kembali menggugah semua lapisan masyarakat membangun karakter dan kepribadian Bangsa Indonesia yang berahlak mulia dan berbudi luhur,” ujarnya.

            Karena itu, dia berharap melalui Diklat ini, mampu memberikan penyadaran bagi jajaran pejabat struktural di lingkungan Pemprov Kaltim, betapa pentingnya membangun karakter bangsa demi memajukan daerah Kaltim dan kehidupan bangsa serta penataan negara lebih baik, sebagaimana yang dicita-citakan pendahulu dan pendiri negeri ini.

            Melalui kegiatan ini, diharapkan tertanam lebih dalam tentang nilai-nilai cinta Tanah Air, demokrasi, kesatuan, kerja keras dan nilai moral serta kemanusian.  Tidak kalah penting adalah bagaimana sebagai aparatur sipil negara mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan kepribadian Bangsa Indonesia.

            “Kepada peserta Diklat dari Pemprov Kaltim yang akan berlangsug  19-24 Maret, saya minta agar bersungguh-sungguh mengikuti kegiatan ini, sehingga hasil yang diperoleh dapat dijalankan pada lingkungan kerja dan menjadi teladan baik di lingkungan masyarakat,” kata Mukmin.

            Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Kampus Pendidikan Karakter Bangsa Indonesia, Ermaya Suryadinata mengatakan, kampus tersebut merupakan yang pertama mendapat pengakuan pemerintah melalui Kementrian PAN dan RB untuk memberikan Diklat tentang Revolusi Mental.

            Diklat tersebut bertujuan untuk mengubah pola pikir bagi setiap peserta, sehingga setelah mengikuti pendidikan akan tercipta mental yang lebih baik, terutama yang terkait dengan kinerja yang mampu memberikan pelayanan maksimal pada masyarakat.

            “Terpenting adalah tercipta kinerja yang transparan dengan akuntabilitas yang baik, sehingga bisa mengurangi kemungkinan terjadinya kolusi, korupsi dan nepotisme yang merugikan pembangunan negara dan bangsa,” ujarnya.

            Salah satu peserta, HM Yadi Robyan Noor yang juga Kepala Badan Kepegawaian Daerah ((BKD) Kaltim), mengatakan Diklat ini memiliki sasaran strategis, dengan harapan mampu mengubah kerangka berpikir seorang aparatur negara untuk bekerja lebih baik dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sesuai dengan tugas pokok dan fungsi.

            Karena itu, pada tahap pertama di lingkungan Pemprov Kaltim akan dilatih 62 peserta yang merupakan pejabat eselon II, III dan IV dan selanjutnya secara bertahap seluruh pejabat struktural Pemprov Kaltim akan mengikuti Diklat tersebut.

            “Harapannya setelah mengikuti Diklat ini, akan menciptakan semangat baru untuk memperbaiki kinerja di lingkungan kerja masing-masing dan tentunya berdampak terhadap kemajuan dan sasaran kerja daerah, sesuai harapan dan dampaknya dirasakan masyarakat,” kata Roby. (santos/sul//humasprov).

Berita Terkait
Government Public Relation