Dinas Pertanian Kaltim Kembangkan Sistem KUAT

Tingkatkan Kesejahteraan Rumah Tangga Petani

SAMARINDA – Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kaltim H Ibrahim mengatakan pembangunan sektor pertanian dalam arti luas, khususnya pengembangan padi untuk mencapai swasembada beras di Kaltim tidak hanya difokuskan untuk peningkatan produktifitas saja, tetapi juga bagaimana meningkatkan kesejahteraan rumah tangga keluarga petani lebih baik.

Selain program peningkatan produktifitas padi sawah, Dinas Pertanian juga mengembangkan sistem pertanian KUAT (Kawasan Usaha Agribisnis Terpadu) yang memadukan pertanian padi sawah dengan berbagai komoditi pertanian lain, yakni lombok, tomat, jeruk, ikan dan lainnya.

“Kita sedang menyusun sebuah buku tentang sistem KUAT ini. Sistem ini sangat tepat dikembangkan di Kaltim, karena kalau sudah berbicara kawasan maka itu sudah berbicara skala ekonomi. Jadi tidak ada ruginya petani itu. Misalkan menanam padi minimal satu hektare, dibarengi dengan menanam lombok atau sayuran di selanya, ketika menunggu waktu panen padi, petani sudah bisa menghasilkan lombok atau sayuran,” urai Ibrahim, pekan lalu.

Tidak hanya itu, menurut dia, berbagai tanaman hortikultura juga dapat dikembangkan di areal persawahan. Tinggal bagaimana membuat jalan pematang yang lebih lebar, maka sudah bisa ditanami rambutan, pepaya ataupun jenis buah-buahan lainnya. Sebagai contoh di Desa Padang Pangrapat Kabupaten Paser, dimana petaninya memadukan padi sawah dengan menanam jeruk borneo prima.

“Untuk jeruknya saja sekali panen mereka bisa mendapatkan sekitar Rp40 juta rupiah, belum lagi padinya. Seperti itu kan pendapatan petani bisa meningkat, dan tentu saja berpengaruh terhadap kesejahteraan mereka. Ini yang akan kita coba kembangkan di wilayah sentra pertanian di Kaltim,” jelasnya.

Dinas Pertanian Provinsi bersama kabupaten/kota juga akan fokus pada peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) petani dengan melakukan pendidikan dan pelatihan, serta penyuluhan. Karena, kondisi saat ini SDM petani di Kaltim masih jauh tertinggal dengan petani-petani di Jawa dan Sulawesi.

Selain itu, Ibrahim menilai salah satu cara untuk mengejar ketertinggalan dari daerah lainnya adalah dengan menggunakan sistem mekanisasi. Karena, dengan mekanisasi pekerjaan petani akan memangkas biaya dan waktu.

“Kita ingin SDM petani kita minimal selevel dengan petani di Jawa dan Sulawesi atau bahkan diatas mereka. Dengan bekal ilmu pengetahuan pertanian modern yang cukup ditambah dengan sistem mekanisasi, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat kita bisa meningkatkan produksi dan produktifitas pertanian, dan secara otomatis target swasembada juga dapat dicapai,” pungkasnya. (her/sul/es/hmsprov).

///FOTO : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak (kaos putih) bersama petani. Pemprov Kaltim terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas pertanian dalam arti luas untuk terus memperbaiki kesejahteraan petani.(dok/humasprov kaltim)

 

 

Berita Terkait