Diperlukan Generasi Berahlak Mulia Sebagai Penerus Bangsa

SAMARINDA – Generasi muda merupakan generasi penerus bangsa sebab di tangan mereka masa depan bangsa ini akan berganti. Sehingga, perlu dipersiapkan mental dan spiritual yang kuat guna membentuk generasi yang bermoral serta berakhlak mulia.
“Kita ingin agar penerus ke depan adalah generasi yang memiliki keimanan  dan ketaqwaan yang kuat. Sehingga mampu membentuk diri pribadi yang selain berbudi luhur juga memiliki kecerdasaan intelektual tinggi. Sebab, generasi penerus adalah penentu nasib bangsa,” kata Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Kaltim Hj Itty Rukiah usai membuka Seminar Menyambut 1 Muharram 1435 Hijriah di Aula BKOW Kaltim, Kamis (31/10).
Menurut dia, momen Tahun Baru Islam atau 1 Muharram ini hendaknya dimanfaatkan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan  juga keyakinan dan kejujuran untuk melakukan atau menegakkan kebenaran.
Karenanya, 1 Muharram ini bagi Umat Islam memiliki banyak sejarah dan nilai-nilai teladan yang terkandung di dalamnya. Sehingga, sejarah yang mengandung nilai dan akidah untuk kebaikan ini haruslah diteladani generasi penerus.
Pada saatnya para generasi penerus menerima tomgkat estafet dalam  tampuk kepemimpinan tidak dalam keadaan rapuh mental dan spiritual serta lemah ilmu pengetahuan (kecerdasan intelektual).
Selain itu, mengambil hikmah yang terkandung dalam Bulan Muharram dapat dijadikan upaya antisipasi terhadap arus perubahan prilaku yang cepat akibat pengaruh dunia luar dengan meningkatkan amal ibadah dan ketaqwaan kepada Allah SWT.   
“Dalam menyongsong Tahun Baru Islam ini agar nilai-nilai dan akidah kebaikan dan kebenaran itu bersamayam dalam diri dan hati untuk dapat diamalkan. Apalagi, kebaikan dan kejujuran itu saat ini sudah mulai pudar hanya karena pengaruh globalisasi dan arus keterbukaan yang tidak terkendali. Kondisi ini harus diantisipasi dengan Qur’an dan hadist,” ungkap Itty.
Seminar menyambut 1 Muharram 1434 Hijriah mengambil tema Merefleksikan makna hijrah dalam upaya meningkatkan iman dan taqwa dihadiri 500 peserta terdiri dari pemuda, pelajar dan mahasiswa serta organisasi kemasyarakatan, partai politik  dan perguruan tinggi dengan nara sumber Dosen IAIN Antasari Banjarmasin Hj Masitah Umar dan Hj Aminah.(yans/hmsprov)
 

Berita Terkait