Disbudpar Kembali Berikan Panji Keberhasilan Kepariwisataan

 

SAMARINDA– Dari 48 panji keberhasilan yang akan diberikan kepada kabupaten/kota, salah satunya adalah panji dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kaltim akan memberikan penghargaan kepada kabupaten/kota dan masyarakat yang dinilai berperan dalam pengembangan dan pengelolaan obyek dan industri kepariwisataan di daerah ini.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kaltim HM Aswin  mengatakan panji-panji keberhasilan pembangunan kepariwisataan akan diberikan kepada kabupaten dan kota, kalangan swasta yang bergerak di bidang pariwisata, kelompok masyarakat bahkan perorangan. Panji Keberhasilan di Bidang Kepariwisataan itu akan diberikan bertepatan pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Provinsi Kaltim pada 9 Januari 2017.

Dikatakan potensi kepariwisataan di Kaltim yang terdiri dari obyek wisata alam, sejarah, seni dan budaya, baik pesisir, keraton serta pedalaman harus dijaga dan dilestarikan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan penghargaan panji-panji keberhasilan pembangunan tersebut bagi mereka yang dianggap berjasa.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan penghargaan kepada semua pihak yang berprestasi dalam pengembangan kepariwisataan secara berkelanjutan dan memotivasi semua pihak untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga obyek wisata.

"Kita harapkan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun ini dapat memberikan kesadaran dan motivasi bagi kabupaten/kota dan masyarakat untuk menjaga dan melestarikan serta mengembangkan potensi kepariwisataan di daerah ini," kata Aswin.

Ditambahkan,  Dinas kebudayaan dan pariwisata akan  terus mengembangkan objek-objek wisata yang sudah ada antara lain Pulau Derawan untuk wisata bahari, Kutai Kartanegara untuk wisata budaya, di Kabupaten Paser sebagai wisata alam serta Long Bagun dan Long Apari untuk wisata adventure. Kegiatan promosi terus gencar dilaksanakan guna meperkenalkan kekayaan dan potensi akan pesona keeksotisan Kaltim.

" Kaltim memiliki potensi produk wisata yang sangat tinggi dan beragam, oleh karena itu pendekatan pengembangan pariwsata dalam menyediakan dan memperbaiki fasilitas serta prasarana destinasi pariwisata harus segera dilakukan. Selain itu akses juga menjadi hal penting untuk mempermudah peningkatan minat pengunjung untuk tidak hanya sekedar datang melainkan dapat berinvestasi guna percepatan pembangunan daerah," papar Aswin.(mar/humasprov)

Berita Terkait