Disdik Kaltim Gelar Rakor Perencanaan Pendidikan 2016

SAMARINDA - Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim pada Kamis (11/2) mengadakan rapat koordinasi (Rakor) perencanaan pendidikan provinsi Kaltim 2016 dengan jajaran Dinas Pendidikan, Bappeda, BKD seluruh kabupaten dan kota se-Kaltim di Hotel Platinum.

Dalam rakor ini, Kepala Dinas Pendidikan Kaltim Dayang Budiati mengatakan bahwa tujuan rakor ini adalah untuk mensosialisasikan UU No.23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah. khususnya serah terima Personel, Pendanaan, Sarana dan Prasarana serta Dokumen (P3D) bidang Pendidikan Menengah dari Pemerintah Daerah Kab./Kota ke Pemerintah Daerah Propinsi.

"Kita lebih memantapkan serah terima data P3D yang akan dilaksanakan pada bulan Maret dan penyerahan aset sarana dan prasarana SMAN dan SMKN agar dapat disampaikan ke Disdik Kaltim," katanya.

Rakor ini juga membahas terkait Ujian Nasional (UN) 2016. Dalam hal ini, bertujuan untuk melakukan koordinasi dan sinkronisasi serta menyamakan persepsi tentang persiapan Ujian Nasional SMP,SMA,SMK dan kesetaraan paket B dan C tahun 2016

"Terkait UN 2016, kita juga menghimpun masukan dan saran dalam rangka penyempurnaan pelaksanaan UN, mengkoordinasikan dan mensinergikan program dan kegiatan Dinas Pendidikan Provinsi Kaltim dengan Dinas Pendidikan Kab/Kota”. katanya.

Tahun ini, Kaltim siap melaksanakan Ujian Nasional (UN) sesuai jadwal dari Kemendikbud yang akan menggelar tiga UN. Pertama, UN perbaikan yang diikuti oleh peserta UN tahun lalu yang nilainya pada satu atau lebih mata pelajaran masih di bawah standar kompetensi lulusan (SKL) dan berkeinginan memperbaikinya. UN perbaikan bagi peserta tahun lalu ini akan digelar pada 22 Februari 2016. Kedua, UN utama 2016 dijadwalkan dimulai 4 April dan Ketiga yakni UN perbaikan bagi peserta UN utama 2016 yang direncanakan akan digelar pada awal Juni atau September.

"Jadi kita tidak akan merubah jadwal itu dan tidak ada penundaan. Kita juga sudah siap dalam pelaksanaan UN berbasis komputer yang akan diikuti oleh 108 sekolah yang terdiri dari 30 SMK, 32 SMA dan 46 SMP," katanya.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Pendidikan Sigit Mulyono yang hadir dalam Rakor tersebut menyampaikan agar sejumlah program pusat selalu bersinergi dengan provinsi dan kabupaten atau kota yang ada di Kaltim dengan membuat perencanaan yang sama.

"Begitu juga dengan Ujian Nasional harus dapat mengikuti apa yang telah dijadwalkan oleh Kemendikbud," katanya. (rus/hmsprov)

 

Berita Terkait