Disdik Persilahkan Daerah Liburkan Sekolah

Jika asap makin pekat

SAMARINDA - Dinas Pendidikan (Disdik) Kalimantan Timur (Kaltim) mempersilahkan kepada pemerintah kabupaten dan kota di Kaltim untuk meliburkan sekolah di wilayah mereka,  jika bahaya asap sudah semakin membahayakan kesehatan siswa.

"Kami persilahkan kepada pemerintah kabupaten dan kota untuk meliburkan siswa. Kami tidak mengeluarkan keputusan libur sekolah karena tidak semua wilayah yang terkena dampak kabut asap ini," kata Kepala Disdik Kaltim Musyahrim, Jumat (23/10).

Menurutnya, pemerintah kabupaten dan kota lebih mengetahui kondisi di daerahnya. Sehingga, pemerintah kabupaten dan kota yang bisa menentukan libur atau tidaknya siswa ke sekolah.

Meskipun ada daerah yang sudah meliburkan siswanya sekolah, Musyahrim mengaku hingga saat ini Disdik Kaltim belum mendapat laporan. Namun, Disdik Kaltim tidak mempermasalahkan jika memang kondisinya mengganggu proses belajar mengajar dan mengganggu kesehatan siswa dan guru.

"Saat ini kami belum dapat laporan. Tapi, kami anjurkan kepada pemerintah kabupaten dan kota untuk tidak meliburkan siswanya sekolah jika asapnya tidak tebal. Kalau asap tebal, ya silahkan saja diliburkan," katanya.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Samarinda, penyebaran asap masih terjadi di seluruh wilayah Kaltim. Namun, hanya lima kabupaten yang terdeteksi adanya titik panas.

Kelima kabupaten itu yakni Berau dengan 6 titik, Kutai Barat 4 titik, Kukar  1 titik, Kutim 2  titik dan Paser 2 titik. "Total di Kaltim ada 15 titik panas yang terdeteksi," kata Kepala BMKG Samarinda Sutrisno, Jumat (23/10).

Sementara itu, berdasarkan alat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) BMKG Samarinda untuk kota Samarinda mencapai angka 105 mikrogram permeter kubik. "Angka ini sudah masuk kategori sehat," katanya. (rus/sul/es/hmsporv)

Berita Terkait
Government Public Relation