Dishut Dorong KPH Memiliki Produk UnggulanÂ

 

SAMARINDA - Program Perhutanan Sosial dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di dalam dan di sekitar hutan melalui  Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH). 

Kepala Dinas Kehutanan (Dishut)  Kaltim Ir Wahyu Widhi Heranata mengatakan program perhutanan sosial merupakan branding Dinas Kehutanan Kaltim dengan program yang dikelola langsung menyentuh masyarakat.

Unsur pemerintah hadir  mendampingi masyarakat termasuk  pihak perusahaan, unsur masyarakat termasuk kelompok masyarakat pada masing-masing desa di wilayah yang tersebar di kabupaten dan kota.

"Sekarang ini sudah ada 20 plus 1 KPH. Sembilan KPH sudah dilantik, dimana masing-masing KPH ada di tingkat tapak yang memiliki produk-produk unggulan," kata Wahyu Widhi.

Dia  mencontohkan di Delta Mahakam dimana KPH nantinya akan mengembangkan tambak-tambak ramah lingkungan bekerjasama dengan masyarakat di Desa Sepatin, Muara Jawa, Kutai Kartanegaa. Mereka akan didampingi unit manaemen dari perusahaan yang beropreasi di wilayah desa tersebut antara lain PT Total E&P maupun manajemen perusahaan lainnya.

"Contoh lainnya KPH Bongan yang juga bekerjasama dengan unit manajemen perusahaan  akan melaksanakan ternak sapi atau lebih dikenal dengan sapi masuk hutan.  Pengelolaannya dilakukan oleh masyarakat petani setempat. Jadi masing-masing KPH memiliki produk-produk unggulan sesuai dengan  karakter masing-masing wilayah," paparnya.

Begitu juga di Kabupaten Berau, lanjut Widhi sekarang sudah mengembangkan agro forestry  maupun pengembangan produk yang tidak dimiliki daerah atau desa lainnya. Bila itu diperlukan, misalnya budidaya perkebunan tebu dan budidaya tanaman kopi dari hutan.

"Dalam pelaksanaan program kehutanan sosial, Dinas Kehutanan  juga akan bekerjasama dengan lintas sektor seperti dengan Badan Penanggulanagn Bencana Daerah (BPBD) melalui program Desa Tangguh Bencana. Kemudian dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional  (BKKBN) Provinsi Kaltim melalui program dua anak cukup, serta dinas dan badan lainnya," ujarnya.(mar/sul/es/humasprov)

Berita Terkait