Dishut Gelar Lomba Tradisional, Donor Darah dan Tanam Pohon

**Peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-30

 

SAMARINDA–Hari Bakti Rimbawan ke-30 yang jatuh pada 16 Maret lalu, menjadi momentum yang penting dan strategis bagi Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltim, dalam upaya mewujudkan pengelolaan hutan lestari dan masyarakat sejahtera sebagaimana diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 41/2009.  

Hal itu dikemukakan Kepala Dishut Kaltim, H Chairil Anwar, pada rangkaian peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-30 tingkat provinsi, yang menyelenggarakan lomba-lomba tradisional tarik tambang, engrang, balap karung, nasi tumpeng dan lainnya di halaman Kantor Dishut Kaltim, Jumat (12/4).

“Sesuai komitmen Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dengan program Kaltim Green melalui penanaman pohon One Man Five Trees (Omfit), kita terus berusaha untuk menjaga dan melestarikan hutan Kaltim. Hari Bhakti Rimbawan tahun ini kami jadikan momentum sebagai wahana kontemplasi untuk mengukur sejauh mana capaian dari pelaksanaan program pelestarian hutan di Kaltim,” ujar Chairil.

Dijelaskan, sejak pencanangan Kaltim Green oleh Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak, realisasi penanaman pohon hingga 31 Januari 2013 adalah sebanyak 123.333.320 batang pohon, terdiri dari sektor kehutanan (77.716.588 batang pohon) dan sektor non kehutanan (45.616.732 batang pohon).

Untuk sektor kehutanan, penanaman dilaksanakan di Kebun Bibit Rakyat (KBR), reklamasi hutan bekas tambang, rehabilitasi Tahura Bukit Suharto, hutan rakyat kemitraan, dan hutan kota. Selanjutnya, melalui program penanaman Hutan Tanaman Industri (HTI), penanaman kanan-kiri jalan angkutan IUPHHK-HA, TNI Manunggal Reboisasi dan penanaman tanah kosong dan lahan tidak produktif.

Sementara itu, sektor non kehutanan, program yang dilakukan adalah pengembangan pohon trembesi, tanaman perkebunan, tanaman horikultura, penanaman pohon di waduk, Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon Organisasi Wanita, kegiatan jajaran Korem, Polda dan CSR (BUMD/BUMN/BUMS) serta Gerakan Bakti Pemuda Penghijauan (GBPP).

“Target kita adalah terus menanam lebih banyak pohon di Kaltim sesuai dengan program penanaman satu miliar pohon secara nasional dan Omfit di Kaltim,” jelasnya.

Selain program penanaman pohon, Chairil menyebut, yang terpenting adalah masa pemeliharaan terhadap pohon yang ditanam. Karena masa pemeliharaan sangat menentukan pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik.

Untuk itu, Dishut Kaltim bersama dengan seluruh jajaran UPTD dan UPT Kementerian Kehutanan di Kaltim, bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-30 akan melaksanakan penanaman dan pemeliharaan pohon di kawasan Tahura Bukit Suharto pada 23 April 2013.

“Pohon-pohon yang ditanam pada 2012 lalu akan kita pelihara, jika tertutup dengan pohon lain akan kita bersihkan dan jika ada yang mati kita ganti dengan pohon baru. Kita juga tetap melakukan penanaman pohon,” tambahnya.

Selain menggelar lomba tradisional, penanaman dan pemeliharaan pohon di kawasan Bukit Suharto, dalam rangka peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-30 Dishut juga akan melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa donor darah pada 24 April 2013, bertempat di Kantor Dishut Kaltim. (her/hmsprov).

Berita Terkait