Diskominfo Kaltim akan Bangun Repeater

Penguat Sinyal di Perbatasan

SAMARINDA - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim telah merencanakan akan membangun repeater di Kabupaten Mahulu sebagai penguatan sinyal yang selama ini menjadi hambatan dalam melakukan akses informasi baik melalui telepon ataupun melalui internet.

"Kita sudah bangun repeater. Tapi, masih terkendala dengan perbukitan. Karena itu, kita rencanakan akan membangun repeater di perbukitan untuk mengatasi akses data maupun informasi dengan menggunakan telepon," kata Kepala Diskominfo kaltim Abdulah Sani melalui Kepala Bidang Teknologi Informasi Diskominfo Kaltim Akhmad Mulyadi.

Diakuinya, selama ini Diskominfo Kaltim telah membangun tiga titik menara telekomunikasi atau tower BTS (Base Transceiver Station) yakni di Desa Tiong Ohang, Desa long Apari dan Desa long Lunuk. Bahkan, direncanakan pada 2016 akan menambah sembilan menara yang akan dibangun melalui anggaran Pemkab Mahulu dan bantuan keuangan Pemprov Kaltim.

"Sudah kita bangun beberapa menara untuk bisa membantu para provider untuk memasang alat dari telkom atau indosat sehingga masyarakat bisa mengakses informasi yang ada sekarang ini. Tujuan dibangunnya menara ini untuk menghadapi daerah blankspot di daerah perbatasan atau pedalaman," katanya.

Pemprov Kaltim terus melakukan kerjasama dengan berbagai perusahaan seluler. Bukan hanya Telkomsel saja. Tapi, diharapkan perusahaan seluler lainnya juga dapat berperan menyukseskan program teknologi informasi dan komunikasi di kabupaten/kota se-Kaltim.

"Karena hingga saat ini, di perbatasan masih ada beberapa titik yang kerap terputus jaringannya dan pada jam-jam tertentu saja untuk bisa menelepon. Bahkan, jaringan koneksinya tidak bisa mengakses data. Karena itu, kedepan kami akan berkerjasama dengan telkomsel dan provider lainnya utuk meningkatkan kapasitas yang sudah kita bangun ini yakni peningkatan dari 2G menjadi 3G" katanya.

Lebih lanjut, Akhmad mengatakan, Diskominfo Kaltim juga akan membangun pembangkit listrik tenaga matahari untuk mendukung perangkat alat komunikasi di perbatasan. Pasalnya, suplay bahan bakar solar untuk mendukung kelistrikan pada alat perangkat alat komunikasi masih sulit mendapat pasokannya.

"2016 nanti, kami akan terus lakukan pembenahan terkait jaringan informasi dan komunikasi di kabupaten Mahulu agar masyarakat didaerah perbatasan atau pedalaman tidak terlalu jauh ketinggalan terhadap informasi," katanya. (rus/hmsprov)

Berita Terkait