Disnak Bentuk Tim Pengawas dan Pemeriksa Hewan Kurban

Dadang Sudarya menyerahkan peralatan medis kepada petugas.(ist)

SAMARINDA – Dalam upaya peningkatan jaminan keamanan pangan asal hewan yang beredar di masyarakat khususnya menyambut hari raya Idul Adha 1439 Hijriah, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) menetapkan Tim Pengawas dan Pemeriksa Hewan/Daging Kurban tingkat provinsi, kabupaten dan kota.

Menurut Kepala Disnak Keswan Kaltim H Dadang Sudarya, tim ini bertugas melakukan pemeriksaan hewan kurban di tempat-tempat penjualan maupun penampungan ternak. “Tim kita melakukan pengawasan pemotongan dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban sehingga terjamin kesehatan dan dagingnya aman dikonsumsi masyarakat,” katanya, Senin (6/8).

Selanjutnya, tim yang berjumlah 50 orang untuk tingkat provinsi dan 25 petugas untuk kabupaten dan kota mulai bekerja hingga menjelang hari raya kurban tahun ini. Salah satunya, tim segera mendatangi satu persatu tempat-tempat penjualan maupun  penampungan hewan kurban di masing-masing daerah wilayah kerja tim.

Hasil dari pemeriksaan kesehatan hewan kurban ditandai dengan diberikannya tanda sehat perindividu hewan (per ekor) serta surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari tim pengawas. Dadang mengungkapkan hewan kurban yang akan dibeli masyarakat untuk dipotong (sembelih) harus sehat, tidak cacat dan tidak kurus.

Ciri  hewan kurban sehat yakni aktif bergerak, nafsu makan baik, rambut/bulu tidak kusam, hidung basah, mata bersinar, mulut, hidung dan anus bersih dilengkapi SKKH.

Selain itu, hewan kurban selayaknya tidak cacat dimana telinga tidak rusak, ekor tidak terpotong, tidak pincang, tidak buta dan buah zakar (testis) lengkap (dua buah). “Juga tidak kurus atau tidak adanya penonjolan tulang rusuk (iga) maupun tulang bagian pinggang dan pinggul. Termasuk cukup umur dimana kambing/domba minimal umur satu tahun dan sapi/kerbau dua tahun yang dapat diketahui dari keadaan gigi hewan,” jelasnya. (yans/sul/humasprovkaltim)

Berita Terkait