Disnak Kaltim Intensifkan Check Poin Ternak

Waspadai Penyakit Hewan Menular

SAMARINDA – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha atau dikenal oleh Umat Islam sebagai Hari Raya Kurban. Arus hewan kurban yang masuk ke Kaltim pasti akan meningkat. Karena itu Dinas Peternakan (Disnak) akan lebih mengintensifkan check point (pos periksa/karantina) di pintu-pintu masuk hewan ternak ke Kaltim.
“Sebetulnya kegiatan di check poin atau pos karantina di setiap pintu-pintu masuk bagi hewan ternak selalu kita lakukan. Pemeriksaan terutama yang berkenaan dengan antisipasi terbawanya penyakit hewan menular pada masing-masing ternak sapi maupun kambing dan domba serta kerbau,” kata Kepala Disnak Kaltim H Dadang Sudarya, Rabu (11/9).  
Bahkan di setiap pintu masuk antar daerah dalam provinsi maupun antar provinsi telah didirikan pos karantina atau pos pemeriksaan kesehatan hewan. Dalam kegiatan itu Disnak dibantu instansi atau bidang yang melaksanakan fungsi peternakan dan kesehatan hewan kabupaten/kota.
Misalnya, antar daerah dalam provinsi antara Kabupaten Paser dengan Penajam Paser Utara. Dibatas daerah itu telah dibangun pos check poin oleh kabupaten setempat, sedangkan antar provinsi antara Kaltim dengan Kalsel maka Disnak Provinsi yang berwenang melakukan pemeriksaan.
Selain jalur darat juga jalur laut dibangunkan check point khususnya di setiap pelabuhan-pelabuhan laut besar  yang biasa digunakan sebagai pintu masuk ternak. Kegiatan pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan oleh petugas karantina pelabuhan.
Walaupun pemeriksaan kesehatan hewan ternak telah dilakukan berulangkali. Misalnya, sebelum dibawa keluar daerah atau daerah asal ternak telah melakukan pemeriksaan. Selanjutnya saat  akan melewati batas wilayah provinsi/kabupaten/kota tujuan ternak kembali diperiksa.  
Terkadang kondisi kelelahan pada ternak dapat memicu kembalinya penyakit hewan menular. Misalnya, pengaruh perjalanan kapal atau kendaraan yang terlalu jauh serta stress dan kurangnya asupan pakan selama di jalan dapat mengakibatkan munculnya penyakit.
“Pemeriksaan yang dilakukan berulang kali merupakan upaya untuk antisipasi penyakit hewan kambuh kembali saat dalam perjalanan. Karena kelelahan atau stress serta kekurangan pakan,” ungkapnya.
Apabila ditemukan penyakit hewan maka ternak itu tidak boleh keluar dari karantina atau harus dipotong. Misalnya, penyakit keguguran pada hewan itu sangat berbahaya dan Kaltim merupakan daerah yang terbebas dari penyakit hewan itu. (yans/hmsprov)

///FOTO : Sapi merupakan salah satu hewan kurban yang perlu mendapat perhatian terkait soal kesehatan hewan sebagai ternak yang akan di korbankan pada perayaan Hari Raya Idul Adha.(dok/humasprov kaltim)
 

Berita Terkait
Government Public Relation