Disnak Pacu Pertambahan Populasi Sapi Kaltim

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kaltim melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan  (Disnakkeswan) terus melakukan upaya-upaya percepatan pertambahan populasi sapi Kaltim. Utamanya dalam mewujudkan program populasi dua juta sapi yang telah ditetapkan dalam program prioritas pembangunan daerah.

Kepala Disnakkeswan Kaltim Dadang Sudarya mengemukakan upaya perttambahan populasi Kaltim dilakukan melalui pengembangan indukan sapi potong. Khususnya program integrasi sapi-sawit pada tahun 2015 mendapatkan indukan sapi potong impor dari Australia. “Kita terus pacu pertambahan populasi sapi. Diantaranya program integrasi sapi sawit melalui dukungan daan APBN untuk sapi jenis Brahman Cross (BC) dari Australia,” katanya.

Dadang menyebutkan sebanyak 10.000 ekor dukungan APBN melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan untuk kegiatan tugas pembantuan (TP).

Namun terealisasi hanya 1.926 ekor yang tersebar pada dua daerah yakni Kabupaten Paser sebanyak 1.225 ekor dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sekitar 701 ekor. Perkembangan ternak sapi BC Australia untuk Paser kelahiran 496 ekor dan kematian 30 ekor sehingga berjumlah 1.548 ekor.

Sementara populasi di Penajam Paser Utara dari kelahiran 409 ekor terjadi kematian 168 ekor sehingga populasi akhir 1.076 ekor. “Jadi jumlah keseluruhan 2.624 ekor dari 1.926 sapi BC Australia. Sedangkan sapi pejantan eks BC dukungan APBD provinsi sebanyak 95 ekor,” ungkap Dadang. Dia menambahkan pada  tahun 2016 lalu melalui dukungan APBD, Pemprov kembali melakukan pengadaan 370 ekor sapi eks BC.(yans/sul/ri/humasprov kaltim)

Berita Terkait