Disnakertrans Gelar Pelatihan Pengolahan Singkong Jadi Tepung Mocaf

Dukung Gerakan Menanam Singkong di Kaltim

SAMARINDA  - Setelah sukses melaksanakan pelatihan kewirausahaan pemula bagi masyarakat dua desa di Kecamatan Tenggarong Seberang, yakni Desa Manunggal Daya dan Bangun Rejo, Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengembangan Produktivitas Daerah (UPTD PPD) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim kembali menggelar pelatihan untuk warga Kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Sambutan, Samarinda.

            Pelatihan kewirausahaan diberikan  kepada para ibu rumah tangga yang berminat membangun usaha memanfaatkan potensi sumber daya lokal, khususnya mengolah tanaman singkong menjadi tepung mocaf yang diikuti  20 peserta  yang berlangsung enam hari (21-26 April).

            “Ini adalah angkatan ketiga dan masih akan terus kita lanjutkan ke kabupaten/kota lain di Kaltim. Kami sangat serius membantu masyarakat untuk meningkatkan ekonomi keluarga dengan mengembangkan wirausaha memanfaatkan potensi lokal, salah satunya mengolah singkong menjadi tepung mocaf,” kata Kepala UPTD PPD, Hj Hetty, usai pembukaan pelatihan, Senin (21/4)

            Hetty menjelaskan, pembuatan tepung mocaf tidak sulit dilakukan para ibu rumah tangga. Sebab selain bahan baku yang mudah diperoleh, peralatan yang digunakan untuk pembuatan tepung mocaf sangat sederhana.

            Para peserta bukan hanya diberi materi tentang praktik pembuatan tepung mocaf, mereka juga dibekali pengetahuan lain, diantaranya tentang manajemen dan teknik-teknik pemasaran. Penyajian materi juga bersinergi dengan para nara sumber berpengalaman dan melibatkan koordinasi instansi terkait.

“Mengapa kami mendorong kewirausahaan tepung mocaf berbahan singkong, sebab selain potensi yang besar, prospek pengembangan industri singkong juga sangat terbuka. Program Disnakertrans Kaltim melalui UPTD PPD juga kami upayakan bersinergi dengan kampanye gerakan menanam singkong yang sudah digaungkan Gubernur Awang Faroek Ishak sejak tahun lalu,” ungkap Hetty.

            Selain Kutai Kartanegara dan Samarinda yang menjadi target program peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja tahun ini, Hetty menyebutkan program kewirausahaan ini juga akan diarahkan ke Kabupaten Panajam Paser Utara dan Paser, selain Bontang dan Balikpapan.

            Tahun ini, UPTD PPD juga akan melatih masyarakat di Kabupaten Kutai Timur. Alasannya, karena potensi Kutai Timur sangat besar dengan pembangunan kawasan industri dan pelabuhan internasional (KIPI) Maloy, yang kelak juga akan mengembangkan  industri pengolahan singkong.

            “Kita ingin memberikan andil bagi kesiapan masyarakat Kutai Timur sebelum nantinya KIPI Maloy beroperasi. Masyarakat Kutai Timur harus mampu memanfaatkan peluang ini dengan baik,” kata Hetty.

Berbeda dari pelatihan pada umumnya, para peserta yang sudah mengikuti pelatihan akan terus dibina, salah satunya dengan mengoptimalkan peran Kader Pendamping Produktivitas dan Kewirausahaan (KP2KW) yang telah lebih dulu disiapkan UPTD PPD.

Para kader tersebut akan terus melakukan pendampingan dan membantu memecahkan masalah para peserta untuk mengembangkan rintisan usaha baru. Diharapkan, minimal 75 persen dari peserta pelatihan akan mampu mengembangkan rintisan usaha baru. (sul/es/hmsprov).

///FOTO :  Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak panen singkong gajah. Pemprov terus berupaya mendorong pengembangan singkong gajah oleh petani Kaltim untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.(dok/humasprov)

 

Berita Terkait