Dispar Dorong Pemberdayaan Masyarakat Pariwisata

Syafruddin Pernyata dan narasumber workshop.(ist)

KOTA BANGUN – Pariwisata potensial untuk pemberdayaan ekonomi dan mempunyai multiflier effect sangat luas sebab usaha sektor ini mempengaruhi kehidupan ekonomi rakyat. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim H Syafruddin Pernyata pada Workshop Pembinaan Sadar Wisata dan Sapta Pesona di Desa Pela Kota Bangun Kutai Kartanegara, Jumat (20/7).

Menurut dia, pengembangan pariwisata berbasis masyarakat merupakan langkah efektif menjadikan sektor ini sebagai lokomotif ekonomi baru Kaltim. “Strategi khusus pemberdayaan ekonomi rakyat dilakukan melalui pariwisata berbasis masyarakat lokal dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pariwisata di daerahnya,” katanya.

Apalagi lanjutnya, Kutai Kartanegara memiliki banyak potensi pariwisata yang sangat besar baik wisata petualangan, budaya maupun ecotourism. Salah satunya, Desa Pela dapat dikembangkan pariwisata dengan kekhasan lingkungan  alam dan budaya melalui pola pelestarian keanekaragaman sumber daya hayati dan budaya.

Syafruddin berharap masyarakat Desa Pela secara bersama mampu melakukan promosi dan pemasaran potensi sehingga terwujud desa destinasi pariwisata. “Workshop strategis dilakukan di sini agar masyarakat Desa Pela menjadi masyarakat Sadar Wisata dengan menerapkan butir-butir Sapta Pesona,” harapnya.

Sementara itu Ketua Pokdarwis Bekayuh Beumbai Bebudaya Desa Pela Alimin mengungkapkan apresiasinya atas dukungan Pemprov Kaltim melalui Dinas Pariwisata. “Kami kembangkan potensi pariwisata ini agar program Visit Kaltim Year yang digadang Gubernur Awang Faroek Ishak terwujud dan Desa Pela jadi desa destinasi wisata,” harapnya. 

Workshop selama dua hari (20-21 Juli) diikuti 50 peserta dari Desa Pela, Desa Kedang Ipil, Desa Liang Ulu, Desa Liang Ilir dan Desa Sangkuliman dan 150 peserta provinsi terdiri Asita, ASPPI, komunitas pencinta pariwisata dan duta/putri pariwisata. Hadir Ketua Komisi II DPRD Kaltim Edi Kurniawan dan narasumber Kemenpar, Dispar Kaltim dan Kutai Kartanegara serta Polnes. (yans/sul/humasprovkaltim)

Berita Terkait