Dispora Seleksi Sarjana Penggerak Pembangunan Pedeesaan

SAMARINDA – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim masih melaksanakan pendaftaran dan proses seleksi penerimaan Pemuda Sarjana Penggerak Pembangunan di Pedesaan (PSP3). Setidaknya 25 orang pemuda yang terpilih nantinya akan dikirim ke berbagai provinsi di Indonesia.
Demikian dijelaskan Kepala Dispora Kaltim, H Sigit Muryono saat menjelaskan tentang seleksi program PSP3 ini di Samarinda Rabu (1/5).
Program PSP3 diperuntukkan bagi pemuda sarjana dengan batasan usia 27 tahun per September 2013,  yang akan dikontrak selama dua tahun Kementrian Pemuda dan Olahraga untuk mengabdi di desa-desa seluruh Indonesia melalui pertukaran pemuda.
“Jadi kita ada sinkronisasi antara program pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota melalui program PSP3 dengan memberi kesempatan kepada pemuda sarjana untuk mengembangkan keilmuannya dan membantu masyarakat desa sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki," ujarnya.
Adapun tujuan dari program ini diantaranya adalah untuk menggerakkan potensi sumber daya masyarakat terutama pemuda sebagai asset dalam rangka mendorong dan mempercepat proses pembangunan di perdesaan. Selain itu, untuk menumbuh kembangkan budaya kerja yang produktif dan inovatif dengan prinsip kebersamaan dan kekeluargaan.
Setelah melalui berbagai tahapan seleksi, nama-nama peserta yang lolos  akan dikirim ke Kementerian Pemuda dan Olahraga. Diharapkan para pemuda Kaltim yang lolos dalam seleksi harus mampu menjaga nama baik daerah karena mereka akan berbaur dengan penduduk setempat dari provinsi lain.
Dari hasil pantauan Dispora Kaltim bekerjasama dengan Dispora kabupaten/kota, pada 2013, yang siap jadi tempat tinggal (homestay) bagi pemuda dari daerah lain adalah Kota Balikpapan dan Bontang. Sementara pemuda asal Kaltim nantinya akan ditempatkan di kabupaten/kota di Riau, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Sulawesi Selatan dan Maluku.
Didampingi Kepala Seksi Pembudayaan dan Penghargaan Pemuda, Bachri, dijelaskan bahwa program PSP3, sebenarnya hampir mirip dengan program Tenaga Usaha Sukarelawan Indonesia (TSI), Jambore Pemuda Indonesia (JPI) dan Bakti Pemuda Antar Provinsi (BPAP).
Bedanya,  jika program-program terdahulu berlangsung hanya 40 hari, sementara program PSP3 ini berlangsung dua tahun dan lebih diprioritaskan bagi pemuda dengan jenjang pendidikan sarjana dan diberi modal kerja untuk melakukan pengembangan usaha.
Para pemuda sarjana yang lolos mengukuti pertukaran antar provinsi nantinya akan memperoleh biaya hidup bulanan, biaya kesehatan, transportasi, bantuan aktivitas kerja dan bantuan permodalan untuk usaha.
“Kita terus mendorong agar para pemuda sarjana asal Kaltim mampu mengembangkan usahanya di provinsi lain. Nantinya mereka akan diberi pembekalan bekerjasama dengan Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Mulawarman, agar dapat menjadi pemuda pelopor yang berhasil meningkatkan kesejahteraan diri dan masyarakatnya," ujarnya. (yul/hmsprov).
 

Berita Terkait