Ditemukan, 1.707 APS di Lima Daerah


SAMARINDA - Ditemukan sebanyak 1.707 anak putus sekolah (APS) di lima daerah yakni Samarinda, Balikpapan, Bontang, Penajam Paser Utara dan Paser. Guna penanganan anak yang terkena kasus APS itu, Pemprov Kaltim melalui Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim menggelar Rapat Tindak Lanjut Data Anak Putus Sekolah di 5 Kabupaten/Kota se-Kaltim tersebut.

Menurut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim HM Sa'bani, pendataan bagi APS tidak hanya sebatas mengumpulkan data dan angka semata. "Tetapi menggerakkan semua pihak terhadap pentingnya peran dan kewajiban orangtua, keluarga, masyarakat, dunia usaha termasuk pemerintah dalam memenuhi hak anak untuk mendapatkan pendidikan," katanya di Ruang Tepian 1 Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (18/10).

Sa'bani mengakui hak-hak terhadap anak belum sepenuhnya diberikan oleh pemerintah maupun masyarakat seperti hak memperoleh pendidikan yang selayaknya. Padahal, Kaltim menetapkan pendidikan sebagai program prioritas pembangunan daerah khususnya pembangunan dan pengembangan sumber daya manusia yang lebih berkualitas dan mandiri.

Karenanya, kasus APS wajib ditindaklanjuti dan melibatkan semua pihak dengan melakukan terobosan serta ide yang sinergis khususnya lembaga-lembaga yang menangani masalah sosial kemasyarakatan untuk anak.

Kegiatan dihadiri Kepala DKP3A Kaltim Hj Halda Arsyad dan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltim H Elto serta pimpinan instansi terkait dan Kepala Dinas PPPA Kabupaten dan Kota terdiri Samarinda, Balikpapan, Bontang, Penajam Paser Utara dan Paser. (yans/sul/ri/humasprov kaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation