Ditunggu, Peranserta dan Kontribusi Pengusaha Lokal

 Untuk Wujudkan Program 2 Juta Ekor Sapi di Kaltim

SAMARINDA–Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengungkapkan iklim usaha di Kaltim sudah cukup menjanjikan. Banyak bidang usaha yang bisa digarap, seperti di sektor agroindustri dan pertanian dalam arti luas, industri perkayuan yang mulai bangkit lagi, khususnya moulding dan wordworking.

Kemudian, ujar dia, ada sektor jasa wisata, jasa freight forwarding, distributor alat berat, listrik dan steam uap, jasa kontraktor pertambangan umum, jasa perhotelan, perkebunan kelapa sawit, minyak sawit (CPO) dan inti sawit, industri crummb rubber, cold storage, jasa permainan, jasa konsultasi, kontraktor di bidang migas, pertambangan umum dan lain-lain.

“Sekarang tinggal bagaimana mencari titik temu antara para pengusaha, perbankan, pemerintah dan masyarakat. Apabila sudah ada kesamaan bahasa, maka saya yakin pembangunan ekonomi di Kaltim akan berjalan lancar dan dapat mencapai pertumbuhan yang optimal,” ungkap Awang Faroek belum lama ini.

Menurut dia, pengusaha Kaltim dalam menjalankan usahanya sudah saatnya bersinergi dengan program pemerintah yang memprioritaskan pembangunan sektor pertanian dalam arti luas, pariwisata dan industri manufaktur. Karena ketiga sektor tersebut akan menjadi lokomotif perekonomian Kaltim ke depan, menggantikan sektor migas dan batu bara yang suatu saat akan habis.

Namun, sebut dia, sektor migas dan batu bara tetap akan dikembangkan melalui pengelolaan yang lebih baik, dengan memprioritaskan pengembangan produk turunan yang bernilai ekonomi tinggi. Tidak hanya itu, pada sub sektor perkebunan dan peternakan, pemprov juga memiliki program integrasi perkebunan kelapa sawit dengan sapi. Dimana hingga 2018 ditargetkan Kaltim dapat mewujudkan program dua juta ekor sapi.

“Program dua juta ekor sapi melalui integrasi kebun sawit dengan sapi sangat mungkin diwujudkan, karena Kaltim memiliki potensi perkebunan sawit yang luasnya lebih dari satu juta hektare. Jika dalam satu hektare terdapat tiga ekor sapi, maka jumlahnya sudah tiga juta ekor sapi, itu melebihi target dan kita sudah bisa swasembada daging sapi,” jelasnya.

Awang Faroek mengungkapkan, untuk merealisasikan program dua juta ekor sapi di Kaltim, akan didukung dengan sejumlah sumber pendanaan, diantaranya APBN melalui Kementerian Pertanian sekitar 25.000 ekor sapi, APBD Kaltim 50.000 ekor sapi, APBD kabupaten/kota di Kaltim dan Kaltara 150.000 ekor sapi.

Selanjutnya, dari pihak perbankan, yaitu BPD Kaltim melalui Kredit Ternak Sejahtera untuk membiayai sekitar 250.000 ekor sapi, kredit dari BRI dan BNI 150.000 ekor sapi. Selain itu, dari Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) Kaltim 1.125.000 ekor sapi dan perusahaan tambang melalui Coorporate Social Responsibility/CSR sebanyak 250.000 ekor sapi.

“Kita tunggu peran serta dan kontribusi dari pengusaha lokal yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pengusaha Kaltim, sanggupnya berapa? Nanti kita koordinasikan dengan pihak lainnya, sehingga bisa tercapai jumlah yang telah ditargetkan,” ucapnya.

Tidak terkecuali itu, Awang Faroek juga meminta kepada pengusaha Kaltim untuk turut memperhatikan permasalahan ketenagakerjaan, dengan tetap membangun hubungan yang harmonis antara pengusaha dan perkerja melalui hubungan industrial Pancasila dan ketenagakerjaan yang semakin harmonis.

“Dalam Forum Komunikasi Pengusaha Kaltim ini, setiap anggota yang berhimpun di dalamnya, mampu melakukan kerjasama dan menjalin komunikasi dengan sesama anggota maupun dengan berbagai pihak, sehingga keberadaan forum ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya, bukan saja oleh anggota, tetapi juga bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya. (her/sul/hmsprov)

Berita Terkait
Government Public Relation