DKP3A Dorong Pembentukkan Satgas Anti Bullying

Foto : Ist

SAMARINDA --- Maraknya beberapa kejadian bullying atau perundungan di sekolah, menginisiasi Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim  membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Bullying di sekolah.

.

Kepala DKP3A Kaltim Halda Arsyad mengatakan, kasus perundungan ibarat fenomena gunung es yang terus terjadi karena adanya indikasi pembiaran guru, orang tua, pihak sekolah maupun instansi pengawas.

.

“Padahal kalau kita tinjau lebih dalam tentunya akan berpengaruh pada mental/jiwa anak atau korban. Bahkan kasus perundungan kerap terjadi, karena tidak adanya komunikasi yang efektif dalam keluarga. Sementara di sekolah komunikasi antara siswa dan guru tidak lancar,” ujarnya.

.

Halda menyebut usia SMA adalah transisi menuju fase dewasa sehingga rujukan perilaku mereka adalah teman sebaya dan bukan lagi orang tua.

.

Pola asuh sangat penting sehingga anak memiliki kemandirian dan keberanian dalam menghadapi pelaku perundungan. Anak juga harus berani mengadu jika mengalami perundungan, sehingga mendapat social support yang besar dari keluarga.

.

“Perilaku ini bisa dihilangkan, tentunya perlu kerjasama berbagai pihak dan kolaborasi yang baik antara orang tua, sekolah dan pemerintah,” imbuhnya.

.

Halda berharap Satgas ini menjadi jembatan komunikasi yang bisa melakukan upaya strategis sebagai agen pencegahan maupun penanganan.

.

DKP3A Kaltim menggandeng Disdikbud Kaltim, LPA Kaltim, YKAI, Kanwil Kemenag Kaltim, Dinas Pendidikan Kota Samarinda, DP2PA Kota Samarinda, dan Forum Anak Kaltim.(yans/her/humasprovkaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation