Dokumen Rencana Aksi Siap Dikirim

Foto : Inni Indarpuri

BANDUNG - Optimisme terlihat pada hari kedua FGD dan Penulisan Dokumen Warisan Geologi Kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat gelaran Pemprov Kaltim, didampingi Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dan Koordinator Kelompok Studi Karst Fakultas Geologi UGM, yang berlangsung di Gedung A F Lasut VII, Pusat Survei Geologi Bandung 15 Maret 2020.

 

Diskusi difokuskan pada pembahasan  aspek kelembagaan dan progress dokumen warisan geologi, termasuk program Rencana Aksi Geopark Provinsi Kaltim yang akan diusulkan kepada Bappenas agar dapat  dimasukan pada Rencana Aksi Nasional (RAN) yang tengah dibahas di Bappenas RI saat ini.

 

Dimoderatori Niel Makinuddin selaku Tim Leader YKAN, FGD hari ini dibuka oleh Kepala Dinas Pertambangan Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur, Wahyu Widhi Heranata, yang memulai sambutannya dengan ucapan terimakasih atas komitmen para pihak yang terus bekerja secara komprehensif, dan terus berkomitmen tinggi untuk menuntaskan perjuangan hingga tercapainya Unesco Global Geopark yang dicita-citakan.

 

"Secara administrasi sudah berjalan, sambil terus kita lengkapi. Apalagi dalam FGD kemarin telah diberikan pencerahan oleh narasumber dari Bappenas Pak Togu Pardede. Untuk itulah kita harus yakin dan optimis Karst Sangkulirang Mangkalihat akan ditetapkan sebagai salah satu prioritas dalam RAN Bappenas," ujar Didit, panggilan akrabnya.

 

Niel Makinuddin menambahkan kelembagaan yang telah dibahas menunjukkan bahwa dalam Geopark terdapat konservasi, edukasi dan pembangunan perekonomian masyarakat secara berkesinambungan.

 

"Pengembangan Geopark juga melibatkan keterwakilan pemangku kepentingan, seperti pemerintah daerah, masyarakat adat, dunia usaha, LSM, organisasi profesi dan lainnya," ujarnya.

 

Para pihak dalam FGD ini mengakui berbagai keragaman geologi (geodiversity) Karst Sangkulirang Mangkalihat termasuk terdapatnya peninggalan Gunung Berapi Suaran, sebagai salah satu keunikan Geopark Sangkulirang Mangkalihat. Selain terdapat pula berbagai keragaman hayati dan keragaman budaya.

 

Tentu saja berbagai data pendukung harus segera dilengkapi, berupa jurnal publikasi ilmiah nasional maupun internasional. Bahkan bisa saja berupa penelitian skripsi maupun disertasi.(inni/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait
Government Public Relation