Donasi Sampah Untuk Cicilan Rumah Singgah

Foto : Yuvita Indrasari

SAMARINDA - Di tengah ramainya kegiatan olahraga sehat gembira di Halaman Kantor Gubernur Kaltim, tampak pemuda pemudi di sudut lapangan tengah mengumpulkan sampah plastik, Jumat (28/2/2020). 

.

Plastik bekas kerap dianggap sebagai sampah yang tak berguna lagi. Namun tidak demikian bagi Komunitas Suport Kanker di Samarinda. Plastik sampah sangat berharga untuk pelunasan rumah singgah kanker. 

.

"Sampah-sampah plastik ini akan dikumpulkan dan dijual ke bank sampah. Uang hasil penjualan sampah ini akan digunakan untuk melunasi rumah singgah kanker," tutur relawan dan pengurus rumah singgah kanker, Astri saat diwawancarai. 

.

Dia menjelaskan, rumah singgah sebelumnya yang beralamat di Jalan Delima Tengah No.1 Samarinda merupakan rumah sewaan. Kini komunitas ini tengah berjuang agar bisa memiliki rumah singgah permanen dengan membeli rumah di Jalan Ramania 2 No. 45 RT 46 Kelurahan Sidodadi, Samarinda. Lokasi rumah ini sangat strategis karena dekat dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. 

.

Namun, pembelian rumah seharga Rp1 miliar tersebut belum bisa langsung lunas. Beruntung, pemilik rumah meringankan pembelian dengan cara mencicil selama 1 tahun. 

.

"Ini sudah hari ke-17 kami mengumpulkan sampah. Sekali menjual lumayan dapatnya bisa Rp 200 ribu," ujar Astri. 

.

Dia menguraikan keranjang yang digunakan untuk mengumpulkan sampah plastik merupakan hasil kerja sama dengan tukang, keluarga pasien dan donatur. Bahan yang digunakan dipilih besi agar lebih awet. Saat ini baru 10 buah keranjang sampah dan akan terus bertambah. 

.

"Tak hanya sampah botol plastik, kami juga menerima sampah kardus, piring telur, tutup botol, galon, jeriken, alumunium, besi, tembaga, minyak jelantah, kaleng dan botol kaca," terang Astri. 

.

Dia menceritakan, pasien kanker di rumah singgah silih berganti. Total pasien dewasa yang datang mencapai 280 orang dan 50 pasien anak-anak. Tak hanya dari Kaltim, pasien juga ada dari Makassar, Palu, hingga Papua. 

.

"Pasien yang datang ke rumah singgah ini gratis tidak dipungut biaya. Mulai dari menginap, makan dan mandi kami sediakan," ujar Astri. 

.

Dia mengatakan, pasien dewasa paling banyak mengidap kanker leher kepala, nasofaring dan tiroid. Kemudian kanker servik dan payudara. Untuk anak-anak paling banyak mengalami kanker darah atau leukemia, kanker tulang dan vibrosarkoma.(yuv/her/yans/humasprovkaltim)

.

Berita Terkait