DPD RI Puji SKOI Kaltim

Anggota DPD RI asal Kaltim berkunjung ke Dispora Kaltim. (IST)

 

SAMARINDA - Capaian prestasi yang diraih Pemprov Kaltim khususnya di bidang olahraga tak perlu diragukan lagi. Terbukti, ketika PON XIX di Jawa Barat Kaltim mampu mempertahankan posisi lima besar dan terbaik di luar Pulau Jawa. Prestasi tersebut diraih dengan tidak mudah. Tetapi berkat semangat dan kegigihan para atlet, Kaltim mampu meraih target yang diinginkan. Bahkan, itu semua tidak lepas adanya dukungan dari Pemprov Kaltim melalui SKOI. Dari atlet yang berjuang ketika itu, atlet pelajar SKOI turut serta berkontribusi besar terhadap prestasi di PON.

 

"Langkah yang dilakukan Kaltim sudah tepat dan terbukti. SKOI memberikan kontribusi besar terhadap prestasi olahraga Kaltim di tingkat nasional bahkan internasional," kata Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Kaltim KH Muslihuddin Abdurrasyid didampingi Kadispora Kaltim Syirajudin ketika melakukan kunjungan reses dan serap aspirasi di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Kamis (11/1).

 

Didampingi Syirajudin dan seluruh pejabat Eselon III lingkup Dispora, Muslihuddin berharap Pemprov melalui SKOI yang dibina Dispora Kaltim dapat terus berupaya memberikan prestasi terbaik bagi negara ini. Muslihuddin berkomitmen untuk berjuang bagi Kaltim, khususnya Dispora, agar mendapat perhatian dari pusat. "Semoga saja, apa yang diusulkan dapat dibantu. Misal, dukungan laboratorium, baik penunjang akademik maupun kesehatan anak-anak SKOI," jelasnya. 

 

Sementara, Kadispora menyampaikan secara prestasi, Kaltim menjadi daerah yang terbaik dan unggul di luar Pulau Jawa. Tolok ukurnya adalah capaian pada ajang nasional seperti PON, dimana Kaltim di PON XIX-2016 Bandung berada pada lima besar di bawah provinsi-provinsi di Pulau Jawa. “Untuk menunjang prestasi olahraga Kaltim, Dispora saat ini membawahi UPTD SKOI yang telah berdiri sejak tahun 2010 lalu. Hingga kini sekitar 1.080 medali telah diraih atlet-atlet SKOI Kaltim baik pada ajang tingkat daerah, nasional, maupun internasional seperti Kejuaraan Dunia Angkat Berat di Doha Qatar," ungkapnya. 

 

Keberadaan SKOI adalah bentuk pengembangan olahraga di Kaltim sebagai regenerasi dari atlet yang sudah memasuki usia senja atau kurang produktif. Dispora juga telah melakukan MoU dengan KONI untuk peningkatan prestasi tersebut. (jay/sul/humasprov) 

Berita Terkait
Government Public Relation