Dua Kecamatan di Mahakam Ulu Merupakan Kawasan PKSN

Dua Kecamatan di Mahakam Ulu Merupakan  Kawasan PKSN

 

SAMARINDA – Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) merupakan Kawasan Pusat Kegiatan Strategi Nasional (PKSN) yang merupakan wilayah yang berbatassan langsung dengan negara tetangga Malaysia.

Plt Sekretaris Provinsi Kaltim Dr H Rusmadi, penetapan tersebut sebelum pemekaran wilayah Daerah Otonomi Baru (DOB) Mahulu,  karena Long Apari merupakan kawasan yang masuk dalam kecamatan tersebut.

Setelah pemekaran wilayah kecamatan dan kabupaten dimana Long Apari ditetapkan sebagai kecamatan dan terpisah dari Long Pahangai. “Tentunya kecamatan (Long Apari) ini ditetapkan sebagai PKSN karena terdapat kawasan perbatasan,” jelas Rusmadi, Jumat (31/10).

Konsekuensi penunjukkan atau ditetapkan suatu kawasan sebagai PKSN adalah menjadi pintu gerbang perdagangan atau pusat perekonomian wilayah perbatasan lintas negara. Sehingga, perlu dilengkapi sarana dan prasarana penunjang di Kecamatan Long Apari dengan sepuluh kampung (Long Penaneh 1, Long Penaneh II dan Long Penaneh III, Long Keriok, Tiong Bu’u, Tiong Ohang, Naha Buan, Naha Silat dan Naha Tifab serta Kampung Long Apari).

Selain pemerintah wajib memenuhi kebutuhan dan infrastruktur dasar masyarakat (sandang, pangan, papan) juga sarana dan prasarana infrastruktur umum berupa listrik, telekomunikasi, jalan, jembatan dan pelabuhan termasuk Bandara juga perlu dibangunkan.

“Penetapan daerah-daerah kawasan perbatasan  negara sebagai PKSN sebagai komitmen dan keinginan kita agar tercipta pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, khususnya sesuai dengan pemberdayaan dan pengelolaan potensi lokal,” ungkap Rusmadi.

Dia menjelaskan bantuan dan dukungan serta komitrmen Pemprov Kaltim terhadap pembangunan dan pengembangan PKSN di daerah sangat tinggi. Terbukti, upaya pembangunan jalan dan jembatan serta sarana telekomunikasi di wilayah perbatasan.

Tiga bandara perintis di kabupaten yang termasuk kawasan pedalaman, perbatasan dan daerah terpencil baik Bandara Long Apung di Kabupaten Malinau dan Bandara Long Bawan di Nunukan (sekarang Kalimantan Utara) dan Bandara Datah Dawai di Long Apari Mahulu.

Bahkan, Pemprov Kaltim melalui kebijakan Gubernur Awang Faroek Ishak telah memberikan bantuan pembelian helikopter Bell 412 (helicopter serbu) kepada TNI selain untuk patroli wilayah perbatasan dan mobilisasi personil juga mendukung  keperluan masyarakat.

“Kalau mau jujur dana pusat untuk infrastruktur perbatasan sangat sedikit tidak lebih dari sepuluh miliar sementara ini kewenangan mereka. Namun, inilah bukti komitmen kita di provinsi untuk memajukan dan menyejahterakan masyarakat di perbatasan,” tegas Rusmadi.(yans/es/hmsprov) 

Foto: Plt Sekprov H Rusmadi bersama Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono melintasi jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Tiong Ohang dan Tiong Bu'u.(masdiansyah/humasprov)

Berita Terkait