Dua Tahun Jokowi-JK, Yang Lain Mempersoalkan, Kaltim Berterimakasih


 

SAMARINDA - Tanggal 20 Oktober 2016 ini genap dua tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla (JK) melaksanakan tugas sebagai Kepala Negara Republik Indonesia. Banyak perkembangan pembangunan dan kebijakan yang telah dilaksanakan, sehingga wajar jika Pemprov Kaltim atas nama rakyat Kaltim mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan Pemerintah Pusat selama kepemimpinan Jokowi-JK.

Gubernur mengungkapkan, banyak program Kaltim yang sebelumnya menjadi program prioritas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kini dilanjutkan di era kepemimpinan Presiden Jokowi.  Contoh, pembangunan jalan tol. Di mana ketika awal pembangunan jalan tol, Pemprov Kaltim selalu sibuk mencari investor. Ternyata ketika kepemimpinan Jokowi-JK, jalan tol Kaltim malah jadi rebutan insvestor.

Belum lagi dukungan perkembangan pembangunan terminal Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Balikpapan termasuk Bandara Samarinda Baru (BSB) beserta tiga bandara yang ada di wilayah perbatasan Kaltara maupun Kaltim diberikan pemerintah pusat kepada daerah.     

“Jadi, jika yang lain mempersoalkan, rakyat Kaltim melalui pemerintah provinsi justru mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan pemerintah pusat selama era kepemimpinan Jokowi-JK,” kata Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak terkait kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla selama 2 tahun ini, Kamis (20/10).

Selain itu, dukungan pemerintah pusat kepada daerah juga pada pembangunan SDM di Kaltim, yakni adanya pembangunan gedung Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) di Tenggarong. Termasuk adanya dukungan pemerintah pusat kepada daerah untuk membangun rel kereta api di Kaltim bekerjasama dengan Federasi Rusia.

Kepemimpinan Jokowi juga banyak mengubah kebijakan, sehingga mendukung pembangunan yang dilakukan pemerintah provinsi Kaltim. “Jadi, tidak percuma rakyat Kaltim mendukung hingga 63 persen ketika pemilihan waktu itu kepada Presiden Jokowi dan Jusuf Kalla,” jelasnya.

Bukan hanya itu, keberhasilan program pembangunan di Kaltim pun diakui Presiden Jokowi. Ini terbukti dengan adanya berbagai penghargaan yang diberikan pemerintah pusat kepada daerah di era kepemimpinan Jokowi. Mulai dari penghargaan Pangripta Nusantara terbaik di Indonesia, Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) selama 5 tahun berturut-turut, Keterbukaan Informasi Publik (KIP), Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) dan peringkat pertama penghargaan Bhumandala Award 2016 dalam kategori simpul jaringan informasi geospasial dalam pembangunan.

Bahkan, Presiden Joko Widodo dikutip dalam buku Awang Faroek Ishak Di Mata Para Sahabat juga mengakui sosok Awang Faroek Ishak adalah pemimpin yang kreatif, inovatif, dan pantang menyerah. Menurut Jokowi, Awang Faroek Ishak memiliki keinginan kuat menjadikan Provinsi Kaltim menjadi wilayah yang mampu berada di setiap bagian dari kemajuan dunia dan mampu bersaing serta sejajar dengan daerah lainnya di Indonesia dan wilayah lain di era gelobalisasi saat ini.

“Wajar jika ada orang yang menilai kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla belum maksimal, termasuk saya. Karena, sebagai manusia tentu tidak ada yang sempurna. Tetapi, sebagai wakil rakyat Kaltim, saya menilai sudah banyak perubahan yang telah diberikan selama kepemimpinan Jokowi-JK,” jelasnya. (jay/sul/humasprov)

Berita Terkait
Government Public Relation