Dua UKM Malang Tawarkan Kerjasama

* Seminar dan Konseling  PNS Purna Tugas 2015


MALANG–Setelah melakukan seminar dan konseling serta pelatihan usaha, selama dua hari (18-19 Maret), 76 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang akan menjalani purna tugas 2015, melakukan kunjungan ke sejumlah usaha kecil dan menenengah  (UKM) di Kota Malang untuk menjajaki kemungkinan kerjasama usaha.
Dua unit UKM tersebut, yakni usaha kripik tempe Rizky Barokah dan kripik buah SoKressH yang langsung menawarkan kerjasama dengan sejumlah peserta  yang merupakan jajaran PNS di lingkungan Pemprov Kaltim untuk  pengembangan usaha di daerah ini.
Dalam kesempatan itu, para peserta melihat langsung usaha rumah tangga pembuatan kripik tempe Rizky Barokah di kawasan Sanan yang merupakan sentra pengolahan kripik tempe dengan jumlah pengrajin mencapai 360 usaha rumah tangga.
Kasi Pengembangan dan Informasi Bisnis Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang, Winarto mengatakan usaha pengolahan tempe menjadi kripik dengan berbagai rasa itu telah dikembangan warga setempat sejak 23 tahun lalu dan dampaknya sangat dirasakan secara ekonomi, karena bisa dikerjakan skala rumah tangga.
Produksi kripik tempe ini sudah dipasarkan ke sejumlah daerah, antara lain  untuk memenuhi permintaan di Jawa Timur,  Jawa Barat, Jakarta, Sumatera  dan tentunya akan terus diperluas sesuai dengan permintaan dan kemampuan produksi mereka.
“Seiring  dengan kunjungan sejumlah peserta seminar dari Kaltim, saya kira usaha ini bisa dicoba. Tahap awal tidak perlu mengolah sendiri,  tetapi cukup memasan keripik tempe yang sudah jadi dan selanjutnya dikemas sendiri untuk selanjutnya dipasarkan di Kaltim,” kata Winarto.
Apabila pasarnya memang cocok dan dinilai mamadai barulah mengolah sendiri, karena kegiatan usaha ini cukup menjanjikan, selain mudah diusahakan juga dapat membuka lapangan kerja bagi warga sekitar. Dia menyebutkan setiap usaha rumah tangga bisa menampung pekerja sembilan hingga 25 orang. Sehingga tidak salah jika usaha ini bisa menjadi salah satu alternatif ketika para PNS menjalani  masa pensiun.  Hal senada disampaikan pengusaha krirpik buah SoKressH, Kristiawan yang berada   di Jl Polowijen Malang.
Hasil produksi kripik buah ini tidak hanya merambah pasar dalam negeri tetapi sudah melayani konsumen luar negeri. “Produksi krirpik buah ini sudah saya pasarkan, hingga Thailand, Dubai dan Singapura. Selain itu untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, saya juga menjalin kerjasama dengan pekebun buah agar dapat memasok buah secara rutin,” ujarnya.
Kristiawan juga membuka kesempatan bagi peserta seminar yang berminat melakukan kerjasama pengembangan usaha di Kaltim, sebagai kegiatan usaha setelah menjalani masa pensiun. Dia juga menawarkan kerjasama dalam bentuk barang jadi yang sudah dikemas dan selanjutnya untuk merek diserahkan pada rekanan usaha, dengan harapan dapat meningkatkan nilai jual di daerah pemasaran.
“Saya kira memang sebaiknya untuk tahap awal memang pesan dalam bentuk jadi dulu sambil melihat perkembangan pamasaran, sebelum  memutuskan untuk memproduksi sendiri, karena selain modal cukup besar juga perlu tanaga yang berpengalaman dalam pengolahan makanan kecil ini,” ujarnya.
Bagi yang berminat, kata Kristiawan dapat memesan minimal 50 bungkus dari 16 jenis kripik yang sudah diproduksi SoKressh yang sudah dikemas dan selanjutnya pelebelan atau merek akan diserahkan sepenuhnya kepada rekanan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan BKD Kaltim, Rozani Rawadi mengatakan tujuan utama dari kegiatan ini, salah satunya adalah memberikan pengetahuan dan jalan bagi peserta untuk menjalin relasi usaha yang sekiranya dapat melakukan kerjasama usaha, sebagai kesibukan baru saat pensiun nanti.  
"Kita memang memberikan jalan yang sekiranya bisa dilakukan lebih cepat dan mudah, sehingga tidak perlu harus punya mesin atau pekerja dalam jumlah besar, tetapi cukup dengan memesan barang jadi kemudian mengemas yang kemudian memasarkannya di Kaltim,” ujarnya.
Rozani mengatakan dari hasil kunjungan tersebut, setidaknya sudah ada dua peserta yang serius untuk menjalin kerjasama dan diharapkan hal itu juga dapat memicu semangat bagi peserta lain melakukan hal yang sama dengan kegiatan usaha lain.
Kendati demikian, kata Rozani akan lebih baik jika program ini bisa dikerjasamakan dengan Badan Diklat Kaltim yang memang mempunyai kewenangan lebih besar terkait  hal ini. Sehingga para peserta bisa mengikuti pelatihan lebih mendalam tentang berbagai kegiatan usaha, baik untuk skala rumah tangga maupun UKM. (santos/hmsprov).

//Foto: BUKA USAHA. Melihat kegiatan usaha UKM Malang. (eko/humasprov kaltim).

Berita Terkait