Dubes Kanada Kunjungi Kaltim

         SAMARINDA - Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak, Kamis (3/3) kemarin mendapat kunjungan kehormatan dari Ambassador of Canada atau Duta Besar (Dubes) Kanada untuk Indonesia, Donald Bobiash. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 45 menit tersebut, Gubernur Awang Faroek Ishak menyampaikan berbagai potensi Kaltim, mulai cadangan sumber daya alam tak terbarukan hingga potensi pengembangan energi baru terbarukan.

Kepada Donald Bobiash, Gubernur Awang Faroek Ishak juga menjelaskan, potensi lain berkaitan dengan letak geografi Kaltim yang sangat strategis di jalur pelayaran internasional, Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Menurut Gubernur, di masa depan, jalur pelayaran internasional ini akan menjadi strategic hub di kawasan Asia Timur.

"Mungkin Yang Mulia, hanya mengenal ALKI I di Sumatera. Padahal ALKI II ini adalah alur pelayaran yang sangat strategis. Kaltim akan menjadi strategic hub bagi kawasan Asia Timur. Dari sini kita bisa langsung ke Korea, Vietnam, China, Rusia dan Jepang. Dibandingkan ALKI I, sesungguhnya ALKI II ini sangat strategis," kata Awang Faroek.

Untuk mendukung potensi tersebut, Pemprov Kaltim dengan koordinasi pemerintah kabupaten dan kota terkait juga terus membangun pelabuhan-pelabuhan laut yang di masa depan juga diharapkan bisa menjadi pelabuhan ekspor.

Bukan hanya itu, sejumlah kawasan industri pun telah dan akan dibangun di sejumlah kawasan. Diantaranya adalah, Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Maloy di Kabupaten Kutai Timur, Kawasan Industri Kariangau (KIK) di Kota Balikpapan dan Kawasan Industri Buluminung di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

"Kita akan olah produk hasil sumber daya alam menjadi produk-produk yang bernilai tambah. Itulah alasan mengapa kami akan terus mengembangkan sejumlah kawasan industri. Oleh sebab itu, kepada Yang Mulia Duta Besar Kanada, saya berharap agar bisa meneruskan informasi ini kepada para pengusaha Kanada untuk berinvestasi ke Kaltim," ajak Gubernur.

Pembangunan bidang sumber daya manusia juga menjadi poin penjelasan Gubernur. Diantaranya program kerjasama pendidikan dengan sejumlah negara melalui alokasi dana Beasiswa Kaltim Cemerlang (BKC). "Kami juga mengirimkan pelajar-pelajar dan dosen kami ke luar negeri. Mudah-mudahan Kaltim dan Kanada bisa menindaklanjuti rencana kerjasama ini," kata Awang.

Sementara itu, Duta Besar Kanada Donald Bobiash mengaku sangat senang bisa mendengarkan paparan singkat Gubernur Awang Faroek Ishak dan berharap Kaltim dan Kanada kelak benar-benar bisa menjalin kerjasama yang saling menguntungkan.

"Ini adalah pertama kali saya datang ke Kaltim dan saya berharap ini bukan yang terakhir. Saya senang mendengar paparan potensi yang Pak Gubernur sampaikan. Kanada adalah teman yang sangat spesial untuk Indonesia dan kami sangat ingin lebih jauh bekerja sama untuk memajukan Indonesia, termasuk Kalimantan Timur. Kanada memiliki apa yang dibutuhkan Indonesia. Teknologi yang maju, infrastruktur, pemerintahan yang baik dan pendidikan yang baik," kata Donald Bobiash.

Donald juga menegaskan, komitmen negaranya dalam pembangunan energi terbarukan. Kanada juga akan memberikan dukungan untuk pengembangan energi terbarukan ini di Kaltim. Dia pun memberikan apresiasi tinggi atas semangat Pemprov Kaltim mendukung pembangunan rel kereta api. Menurutnya, provinsi kaya sumber daya alam seperti Kaltim sudah pasti akan sangat membutuhkan transportasi kereta api untuk mendukung kemajuan ekonominya. Hal ini juga dilakukan oleh Kanada.

Secara khusus, Donald Bobiash juga menyebutkan, dalam waktu segera akan datang delegasi akademisi universitas darii Kanada untuk melakukan penelitian di Indonesia. "Dan dengan senang hati, saya akan menyampaikan kepada mereka tentang potensi pendidikan dan penelitian di Kalimantan Timur," ujar Donald. (sul/hmsprov) 

Berita Terkait