Dubes Perancis Yakin Kaltim Bakal Jadi Daerah Maju

Gubernur: Investasi di Kaltim Terbuka untuk Siapa Saja


SAMARINDA – Kaltim dengan kekayaan alam berlimpah dan didukung dengan iklim investasi yang baik merupakan surga bagi para investor untuk menanamkan modalnya. Pemprov selaku pelaksana pembangunan di daerah terus berusaha untuk membenahi infrastruktur pendukung, demi menarik lebih banyak investasi ke Kaltim.
Demikian diungkapkan Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak ketika menerima kunjungan kehormatan Duta Besar (Dubes) Perancis untuk Indonesia Mrs Corinne Breyye bersama jajaran pimpinan perusahaan Perancis, di ruang pertemuan Gubernur Kaltim, Senin (10/6).
“Di Kaltim banyak peluang investasi yang terbuka. Silahkan bagi siapa saja yang ingin menanamkan investasi, kita siap bekerjasama,” ungkap Gubernur.
Menurut dia, banyak pola kerjasama yang bisa diterapkan jika memang ada perusahaan Perancis yang tertarik untuk menanamkan modal di Kaltim. Salah satunya adalah pola Public Private Partnership (PPP) yang telah dilakukan Pemprov Kaltim bersama dengan beberapa perusahaan dalam pengerjaan proyek pembangunan.
Gubernur menjelaskan peluang investasi yang ada di Kaltim sangat beragam. Mulai dari sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pertanian, perkebunan, pertambangan dan pariwisata.
“Saat ini kita sedang ingin membangun jembatan udara lewat Kaltim Airlines. Kemudian ada wisata bahari di Kepulauan Derawan yang sangat potensial dengan kekayaan lautnya. Begitu juga di Samarinda, sebagai ibukota provinsi akan dibangun hotel bintang lima. Atau jika ada perusahaan Perancis yang tertarik berinvestasi di bidang pendidikan, itu akan lebih bagus lagi,” jelasnya.
Selain itu, menurut dia, jika Perancis memiliki lembaga-lembaga konsultan maka itu bisa ditempatkan di Kaltim untuk membantu pembangunan. Karena bisa dilakukan di sektor apa saja seperti ekonomi, sosial budaya, pendidikan dan lainnya. Apalagi saat ini Kaltim sedang mengembangkan bio energi guna mengantisipasi energi tak terbarukan yang akan habis.
“Tidak hanya investasi berupa dana, tetapi Kaltim juga membutuhkan ide-ide pembangunan di semua sektor,” ucapnya.
Sementara itu, Dubes Perancis untuk Indonesia Mrs Corinne Breyye, mengungkapkan maksud kunjungan kehormatan ke Kaltim adalah untuk membicarakan peluang kerjasama antara perusahaan-perusahaan Perancis dengan Pemprov Kaltim. Selain itu, lanjut dia, kunjungan ini sekaligus melihat peluang investasi yang ada di Kaltim.
“Selain gas, sampai sekarang belum ada yang jelas. Untuk itu kami datang ke Kaltim. Kita punya banyak perusahaan yang telah bekerjasama dan membangun di sejumlah daerah di Indonesia, seperti Jakarta, pulau Jawa dan Sumatera. Saya kira apa yang disampaikan gubernur merupakan ide bagus dan selanjutnya harus dibicarakan dengan baik,” ucapnya.
Corinne menilai, ke depan, Kaltim dengan segala potensi yang dimilikinya akan menjadi daerah yang maju di Indonesia. “Saya yakin Kaltim untuk masa depan bisa menjadi motor penggerak perekonomian Indonesia,”  katanya.
Terkait apa yang disampaikan Gubernur Awang Faroek terkait keinginan Pemprov Kaltim untuk ikut berpartisipasi dalam pengelolaan Blok Mahakam yang selama ini dikelola oleh perusahaan migas asal Perancis, yaitu Total E&P Indonesie, Corinne menjawab hal itu tinggal menunggu keputusan dari pemerintah pusat.
“Sampai sekarang Total E&P Indonesie terus berusaha untuk menjalin kerjasama dengan Indonesia. Kita benar-benar menghormati apa yang diputuskan oleh pemerintah. Jika 2017 ada kemungkinan kerjasama baik lewat Pertamina maupun Pemprov Kaltim, itulah yang diharapkan,” jelasnya. (her/hmsprov).

////Foto : Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dan Duta Besar (Dubes) Perancis untuk Indonesia Mrs Corinne Breyye saling bertukar cendera mata.(heru/humasprov kaltim)


 

Berita Terkait
Government Public Relation