Edukasi Publik Implementasi MEA

SAMARINDA - Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kaltim terus melakukan pembinaan kepada para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar mereka bisa lebih siap bersaing di pasar bebas ASEAN atau yang lebih dikenal dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) atau ASEAN Economic Community (AEC).

Pasalnya, hingga saat ini belum ada satupun UMKM di Kaltim yang mengantongi Standar Nasional Indonesia (SNI). Padahal SNI sangat diperlukan agar para pelaku UMKM bisa memasuki komunitas pasar ASEAN tersebut.

"SNI ini ibarat tiket untuk bisa masuk ke komunitas pasar ASEAN. Tentu kita akan sulit bersaing jika kita tidak berada di dalamnya. Sebab itu, pembinaan terus kita lakukan agar pelaku UMKM kita bisa lebih kompetitif dan mengantongi SNI," kata Sekretaris Disperindagkop dan UMKM Kaltim, Saur Parsaoran usai mewakili Kepala Disperindagkop dan UMKM Kaltim membuka Edukasi Publik Implementasi MEA, Rabu (1/6).

Meski hingga saat ini belum ada pelaku UMKM  yang mengantongi SNI, Disperindag terus berupaya melakukan pembinaan kepada para pelaku UMKM. Diantaranya dengan memberikan fasilitasi berstandar dibawah SNI, antara lain untuk good manufacturing pratice (GMP) atau cara produksi yang baik, penerapan hazard analysis and critical control point (HACCP) dan sertifikasi halal untuk makanan. 

Saur menambahkan, sejak 2014 lalu bekerjasama dengan Badan Standarisasi Nasional (BSN) pembinaan sudah dilakukan kepada 30 pelaku UMKM di Kaltim, masing-masing 20 di Samarinda dan 10 di Balikpapan. Proses pembinaan juga dilakukan dengan pendampingan tim dari Universitas Mulawarman (Unmul). Pelaku UMKM yang dibina antara lain bergerak di bidang produk herbal, makanan ringan dan tekstil.

Saat ini lanjut dia, baru 3 UMKM di Samarinda dan 3 UMKM di Balikpapan yang terus didorong untuk mendekati standarisasi internasional, meski baru dalam tahap pengelolaan manajemen, yakni penerapan sistem manajemen ISO 9001 : 2008.

"Standar itu adalah entry point menuju komunitas. Sekarang semuanya sudah lebih baik setelah kita lakukan pembinaan," kata Saur.

Namun demikian, Saur menambahkan, terpenting para pelaku UMKM harus mampu merebut peluang pasar dalam negeri dengan menampilkan produk-produk berkualitas dan berdaya saing dengan kemasan yang menarik.

Secara khusus, Disperindag juga akan membantu para pelaku UMKM dengan kampanye gerakan cinta produk dalam negeri. "Kita juga akan terus berkampanye untuk mengajak warga Kaltim lebih bangga dengan produk-produk lokal," tegas Saur.

Sementara Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Hj Elfina menjelaskan, Edukasi Publik Implementasi MEA diikuti para pelaku UMKM di Kaltim dari berbagai bidang usaha, diantaranya produk makanan, kerajinan dan fashion.

"Edukasi publik ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman para pelaku usaha dan semua pemangku kepentingan terkait persaingan bebas pasar ASEAN yang telah diberlakukan sejak akhir 2015 lalu," kata Elfina. (sul/es/humasprov).

Berita Terkait