Ekonomi dan Pembangunan Tidak, Boleh Terganggu karena Pilkada

 

SAMARINDA – Perekonomian dan pembangunan harus terus berjalan dan tidak boleh terganggu karena adanya pemilihan kepala daerah di Kaltim. Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak mengatakan, sesuai agenda demokrasi di Kaltim akan digelar pemilihan gubernur dan wakil gubernur serta bupati dan wakil bupati Penajam Paser Utara. Pesta demokrasi diselengaraan sebab telah berakhirnya masa jabatan gubernur /wakil gubernur Kaltim pada 18 Desember 2018 dan bupati/wakil bupati PPU pada 1 Agustus 2018. “Ekonomi dan pembangunan tidak boleh terganggu hanya karena pilkada,” katanya.

 

Apalagi lanjutnya, tahun 2018 merupakan tahun terakhir pelaksanaan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kaltim 2013-2018. Karenanya, tahun tersebut pemerintah lagi fokus menuntaskan berbagai program pembangunan yang telah ditetapkan dan ditargetkan tuntas pelaksanaannya. Awang mengakui beberapa tahun terakhir ini menjadi tahun-tahun berat bagi pemerintah untuk menuntaskan program-program pembangunan.

 

Hal itu akibat terjadinya kontraksi ekonomi atau pelambatan pertumbuhan ekonomi yang berimplikasi pada penurunan pendapatan keuangan daerah. Walaupun Kaltim dikenal sebagai daerah penghasil minyak dan gas bumi serta batubara namun tidak menjamin pendapatan keuangan daerah terus meningkat. Terlebih lagi, pelambatan ekonomi terjadi karena penurunan harga komiditas unggulan Kaltim seperti batu bara serta migas dipasar global.

 

Namun demikian, Awang meyakini program pembangunan tetap berjalan bahkan tuntas sesuai target waktu yang ditetapkan dan pilkada sukses terlaksana. “Kaltim salah satu daerah yang sangat kondusif serta terpelihara dan terjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Jadi bagaimanapun kondisinya, perekonomian serta pembangunan tetap berjalan dan Pilkada terlaksana dengan sukses. Terpenting peran dan keterlibatan seluruh komponen masyarakat didalamnya,” harap Awang Faroek Ishak.(yans/sul/ri/humasprov) 

Berita Terkait