Ekowisata Susur Sungai Tunan


SAMARINDA - Di era pandemi ini bukan alasan tidak bergerak dan berkarya. Justru di masa ini lah bisa membuktikan apa yang dapat diperbuat untuk menghasilkan karya. 

 

Seiring dengan hal tersebut, Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim setelah sukses menggelar virtual event pertama kini kembali hadir dengan Visit Kaltim Fest Series II "Susur Sungai Tunan” bertema Seni Daerah di Susur Sungai Tunan 

bertempat di Lantai III Dispar Kaltim Jumat (16/10/2020).

 

Virtual even kembali menghadirkan beragam rangkaian acara atraksi musik dan tari oleh Fakultas Ilmu Seni Budaya Universitas Mulawarman, Sanggar Seni Botung, zoom talk ekowisata oleh Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Wilayah Kaltim Awang Jumri Syafi’i, dan Peneliti Balitek KSDA Samboja Tri Atmoko, dialog kreasi seni Daerah oleh Dosen FIB Unmul Asril Gunawan dan seniman Kaltim Wuri Handayani. Dan tak kalah menarik adalah preview kuliner khas Waru Tua.

 

Kepala Dispar Kaltim Sri Wahyuni memaparkan memilih Susur Sungai Tunan karena ingin menampilkan keunikan sungai yang merupakan ciri khas alam Kalimantan. Tapi karena masa pandemi tentu dicari atraksi susur sungai yang ketika dilakukan tidak menimbulkan kerumunan massa di tepi sungai.

 

Selain itu, setelah diperhatikan di kawasan ibu kota negara (IKN) baru (Penajam Paser Utara), ternyata Sungai Tunan mempunyai potensi yang besar untuk menjadi atraksi ekowisata dan setelah disurvei ternyata Sungai Tunan sangat menjanjikan.

 

"Karena IKN akan dibangun green development. Ketika kita mengangkat ekowisata Sungai Tunan, ini akan sangat menunjang bagaimana green development itu menjadi nafas di wilayah IKN,” jelas Sri Wahyuni.

 

Menurut Sri Wahyuni, berbicara atraksi wisata di Kaltim ke depan, maka ekowisata menjadi topik utama untuk pengembangan wisata dan saat ini sedang mereview tentang draf Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPARDA) Kaltim.

 

Dimana ungkapnya, terdapat tiga tematik ekowisata yang menjadi kekayaan Kaltim. Yaitu ekowisata hutan, ekowisata bahari dan ekowisata gua. 

 

"Kami berharap ekowisata menjadi benchmark pariwisata Kaltim di masa depan," harapnya.(yans/sdn/sul/humasprovkaltim)

Berita Terkait