Kalimantan Timur
Eks Tambang Jadi Peternakan

Ist

SAMARINDA - Pemprov Kaltim secara khusus diberikan kesempatan menjadi narasumber pada Webinar Seminar Nasional  secara virtual dengan membahas pemanfaatan lahan pasca tambang untuk peternakan sebagai jembatan ekonomi masyarakat.

 

Webinar digagas oleh Himpunan Alumni IPB-DPD Kaltim bekerjasama dengan DPD Hanter (Himpunan Alumni Fakultas Peternakan).

 

"Alhamdulillah semua peserta bisa menerima paparan yang kita sampaikan. Sebagaimana dengan tema yang dibahas, maka kondisi tersebut telah dilaksanakan Pemprov Kaltim, terutama para pengusaha tambang di daerah ini," kata Kepala Dinas Peternakan Kaltim Dadang Sudarya kepada Tim Publikasi Biro Humas Setprov Kaltim, Sabtu (10/10/2020).

 

Di hadapan 900 peserta webinar, Dadang mengatakan mengenai pemanfaatan lahan tersebut tinggal komitmen para pengusaha di daerah saja. 

 

Karena, setiap daerah tentu memiliki kebijakan dalam pemanfaatan lahan tersebut, tentunya dengan menyesuaikan kondisi geografis daerah masing-masing.

 

"Harapan kami, lahan eks tambang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi masyarakat, termasuk pemeliharaan sapi sistem mini ranch (digembalakan), setelah lahan tersebut tidak ditambang lagi tanpa harus menunggu selesainya jangka waktu kontrak perusahaan, sehingga kehidupan ekonomi masyarakat berjalan terus," jelasnya.

 

Saat ini perusahaan tambang yang telah mendukung dan berkontribusi dalam pengembangan ternak sapi ada 17 perusahaan tambang. Sapi yang dipelihara atau digembalakan di lahan eks tambang tersebut adalah sapi milik masyarakat dan sapi pemerintah yang dipelihara oleh masyarakat. Sedangkan sapi milik perusahaan tambang atau bantuan dari perusahaan tambang masih sangat sedikit.(jay/sul/humasprovkaltim)

Berita Terkait