El Nino Diperkirakan Terjadi Februari Tahun ini

SAMARINDA - Gelombang panas El Nino diperkirakan kembali terjadi di Kaltim pada Februari 2016. Hal ini sesuai hasil pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Karena itu, masyarakat dan pemerintah kabupaten/kota diminta waspada terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim Wahyu Widhi Heranata mengatakan untuk mengantisipasi gelombang panas tersebut diharapkan semua pihak lebih waspada. Aktifitas di sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan dan pertanian  harus mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan akibat gelombang panas El Nino yang diperkirakan terjadi mulai Februari ini.

“Saat ini memang masih musim hujan, namun tidak dalam puncak musim hujan. Karena saat ini masih ada gelombang panas El Nino dari tahun lalu dan diperkirakan Februari ini kembali terjadi di Kaltim,” kata Wahyu Widhi Heranata ketika menghadiri rapat koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) Kaltim di Guest House Pendopo Lamin Etama Samarinda, Rabu (20/1).

Wahyu Widhi meminta semua pihak lintas sektor segera  melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka hutan dan lahan dengan cara membakar. Karena hal itu akan berdampak pada musibah kabut asap, seperti terjadi tahun lalu.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Pemprov Kaltim melalui BPBD melakukan pemantauan di kecamatan-kecamatan. Masyarakat juga bisa mengetahui kondisi cuaca terkini dan titik hotspot setiap hari di RRI Samarinda Pro 1 pada pukul 08.30 wita.  “Laporan itu disampaikan perkecamatan perkabupaten/kota,” jelasnya.

Masalah kebakaran hutan tersebut juga telah disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (19/1) di Istana Negara Jakarta yang dihadiri Plt Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi. Presiden mengarahkan agar seluruh pemprov waspada terhadap kebakaran hutan dan lahan yang terjadi akibat musim panas yang berkepanjangan. (jay/sul/es/hmsprov)

Berita Terkait
Government Public Relation