Embalut Patut Jadi Contoh Desa di Kaltim

Embalut Patut Jadi Contoh Desa di Kaltim

 

SAMARINDA- Sebagai desa terbaik di tingkat nasional, yakni dengan meraih peringkat IV dalam lomba desa dan kelurahan se Indonesia 2014, Desa Embalut Kutai Kartanegara, menjadi contoh bagi desa lain di Kaltim.

Apa yang diraih Desa Embalut tidak mudah. Sebab harus bersaing dengan 72.944 desa se Indonesia. Sehingga wajar, jika prestasi tersebut patut mendapat apresiasi di berbagai pihak.

“Menurut kami prestasi tersebut adalah hal luar biasa. Karena, meraih empat besar dari 72.944 desa tidak mudah. Karena itu, apa yang telah dicapai Desa Embalut patut menjadi motivasi bagi seluruh Pemerintah Desa dan Kelurahan di Kaltim,  untuk meningkatkan prestasi masing-masing,” kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPM-PD) Kaltim,  HM Jauhar Efendi di Samarinda, Selasa (19/8).

Dengan prestasi tersebut, Pemprov Kaltim yakin akan banyak pemerintah desa yang akan berkunjung ke Kutai Kartanegara, khususnya ke Desa Embalut. Dengan tujuan bertukar informasi.

 “Layaknya pasti demikian, karena bertujuan untuk saling belajar. Tahun lalu Pemprov Kaltim telah menyarankan Desa Embalut belajar ke Demak yang ketika itu menjadi juara pertama lomba desa se Indonesia. Dalam kujungan waktu, adalah untuk mengetahui bagaimana membangun visi dan misi serta pengembangan pemberdayaan masyarakat di desa. Termasuk mengenai pengelolaan administrasi pemerintah desa,” jelasnya.

Menurut dia, Kaltim memang belum bisa meraih peringkat pertama. Namun, prestasi ini merupakan langkah baik menuju prestasi terbaik di masa datang. Diharapkan prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi desa lain di daerah ini.

Prestasi memang bukan tujuan, tetapi yang terpenting adalah bagaimana meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Apresiasi kepada Desa Embalut adalah, desa tersebut berhasil memanfaatkan lahan bekas tambang batu bara menjadi lahan pertanian, perkebunan, perikanan dan lahan peternakan.

Guna meraih prestasi tersebut memang tidak mudah, karena banyak sektor yang dinilai,  misalnya tentang kesehatan, pendidikan, pemberdayaan keluarga, keamanan dan ketertiban masyarakat.(jay/es/hmsprov).

Berita Terkait