Empat Nama Masuk Polling


SAMARINDA – Sejak dibentuk tim atau panitia seleksi penamaan Bandara Sungai Siring yang dikenal dengan Bandara Samarinda Baru (BSB) ada 18 nama yang diusulkan masyarakat.

Akhirnya, panitia melalui verifikasi dan validasi atas nama-nama yang diusulkan tersebut memutuskan empat nama sesuai serta memenuhi syarat dan kategori yang ditentukan.

Empat nama tersebut, HM Ardans (mantan Gubernur Kaltim 1988-1998), Aji Pangeran Afloes (tokoh masyarakat/kerabat Sultan Kutai), HM Kadrie Oening (mantan Walikota Samarinda 1967-1980) dan Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (mantan Gubernur Kaltim 1956-1959).

Karenanya, Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak meminta panitia seleksi nama BSB terus intensif melakukan sosialisasi penamaan bandara itu kepada masyarakat.

“Saya minta panitia terus menerus dan intensif sosialisasi di berbagai kesempatan kepada masyarakat agar ikut terlibat menentukan nama BSB,” katanya di Guesthouse Pendopo Lamin Etam, Jumat (29/7).

Selain sosialisasi ujarnya, panitia bekerjasama dengan media massa baik televisi, radio maupun media cetak agar masyarakat luas mengetahui penamaan bandara di ibukota  Kaltim tersebut.

Sementara itu Ketua Tim Seleksi Penamaan BSB H Salman Lumoindong  menyebutkan sejak dibuka pengusulan nama bandara kepada masyarakat hingga pertengahan Juli masuk 18 nama.

“Kami sudah melakukan verifikasi serta validasi dan akhirnya hanya empat nama yang memenuhi kategori dan syarat untuk diusulkan melalui pola polling oleh masyarakat,” ujarnya.

Dia menambahkan mulai 29-31 Juli ini panitia akan melakukan uji coba polling melalui website Biro Humas dan Protokol Setprov Kaltim dan ditarget akan dilakukan secara resmi sejak 1 hingga 30 Agustus.

Polling rencananya akan dilakukan lewat sistem online dengan alamat www.kaltimprov.go.id dan terbuka untuk masyarakat umum.

“Tapi Pak Gubernur minta juga melalui media cetak,” jelas Salman Lumoindong.

Sedangkan Ketua Seksi Verifikasi dan Validasi Abdullah Karim mengungkapkan pengusulan empat nama secara resmi setelah melalui verifikasi dan validasi secara ketat oleh panitia terhadap 18 nama usulan masyarakat.

“Nama yang diusulkan tidak boleh sudah digunakan. Seperti nama jalan, rumah sakit ataupun nama orang masih hidup juga mengandung unsur SARA serta tidak lengkap sejarahnya,” ungkap Abdullah Karim.

Pertemuan dihadiri seluruh anggota panitia seleksi dan tampak Kepala Biro Humas dan Protokol Setprov Kaltim Tri Murti Rahayu. (yans/sul/es/humasprov)  

Berita Terkait
BERITA FOTO
BERITA FOTO

29 Desember 2014 Jam 00:00:00
Pembangunan

Berita Foto
Berita Foto

21 Januari 2015 Jam 00:00:00
Pembangunan

Government Public Relation