ESDM Pastikan Berjalan, Kontruksi Kilang Balikpapan Diperkirakan Serap 15.000 Tenaga Kerja

Menteri ESDM Arifin Tasrif meninjau lokasi pembangunan Refinery Development Master Plan (RDMP), RU V Balikpapan

BALIKPAPAN - Menteri ESDM Arifin Tasrif, Jumat (8/11/2019) lalu meninjau lokasi pembangunan Refinery Development Master Plan (RDMP), RU V Balikpapan, Kalimantan Timur. Proyek RDMP Kilang RU V Balikpapan merupakan salah satu dari empat kilang yang akan ditingkatkan kapasitasnya.

Menteri ESDM menyampaikan apresiasi dan menekankan pentingnya Project Monitoring and Controlling. Dia berharap proyek bisa dipercepat paling tidak 3 bulan. Tetap menjaga keselamatan kerja serta memperhatikan kemampuan karyawannya.

"Bekerja itu harus cermat, jangan ragu-ragu untuk mencari mitra-mitra yang bisa mendukung tercapainya hasil dengan resiko yang bisa kita kendalikan. Program-program investasi selain memikirkan kemampuan finance juga man power kita," ujar Arifin, yang turut didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ego Syahrial dan Plt Direktur Jenderal Minyak Dan Gas Bumi Djoko Siswanto.

Proyek RDMP Kilang Balikpapan selain meningkatkan kapasitas kilang 100.000 barrel per day. Juga meningkatkan kualitasi produk BBM dari setara Euro II menjadi setara Euro V. Proyek dengan total nilai investasi USD 6,5 miliar ini direncanakan akan mulai beroperasi pada 2023 untuk phase 1 dan phase 2 tahun 2025. Pada tahap konstruksi ini diperkirakan menyerap sekitar 15.000 tenaga kerja dan sekitar 800 orang pada saat kilang sudah beroperasi.

"Progress proyek RDMP hingga saat ini secara total sudah mencapai sekitar 9 persen dan kita harapkan Juli di 2023 akan dapat beroperasi. Pencapaian sekarang ini melebihi dari target yang sudah ditetapkan untuk Oktober 2019 ini ," jelas Arifin didampingi Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia, Ignatius Tallulembang.

Sementara Kepala ESDM Kaltim H Wahyu Widhi Heranata menyampaikan sesuai keinginan Gubernur Kaltim Isran Noor bahwa tenaga kerja yang diterima saat pelaksanaan kontruksi maupun beroperasi diutamakan dari lokal Kaltim. "Tentunya mereka yang memiliki kompetensi bagus," ucap Didit sapaan akrab Wahyu Widhi Heranata.(jay/her/yans/humasprovkaltim)

Berita Terkait