Euromoney Tanya Korupsi di IKN

Foto : Adi Suseno

SAMARINDA - Rencana pemindahan ibu kota Indonesia ke Kaltim masih menjadi isu menarik dunia. Eric Ellis Senior Editor Euromoney Institutional Investor, media yang bermarkas di Hongkong dan berafiliasi dengan Euromoney London datang ke Kaltim untuk melakukan wawancara khusus dengan Gubernur Isran Noor.

.

Eric menanyakan banyak hal. Mulai soal awal rencana penetapan lokasi ibu kota negara, dampak lingkungan dan kerusakan hutan, hingga kemungkinan terjadinya korupsi dalam proses pembangunan ibu kota negara (IKN) di sebagian Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara.

.

“Big project, besar juga potensi korupsinya. Bukan begitu Pak Gubernur?” tanya Eric Ellis. 

.

Isran pun menjawab,”Tidak. Itu hanya perspektif orang.” 

.

Selama ini, kata Isran, korupsi terjadi karena sistem yang belum baik. Menurutnya, masih banyak cara untuk mencegah terjadinya korupsi. Masalahnya hingga saat ini, masih ada pasal-pasal korupsi yang menurutnya kurang bijak. Tidak ada kerugian negara, tetapi karena ada kesalahan dalam aturan/administrasi, seseorang tetap dianggap melakukan korupsi. 

.

“Jadi harus dibuat sistem yang bagus. Supaya orang bisa mencegah. Kalau tidak dibuat sistemnya, orang akan salah terus,” kritik Isran. 

.

Soal dampak pembangunan ibu kota, Gubernur juga menjawab tegas. “Kalau dampak, sudah pasti ada. Pasti ada rumput yang terinjak. Tapi secara umum akan lebih banyak positifnya,” balas Isran. 

.

Ibu kota baru nanti akan dibangun berbeda dibanding kota-kota lain di dunia. Karena itu, komitmen Kaltim untuk menjaga hutan dan lingkungan tak perlu diragukan lagi. 

.

“Mana ada di samping ibu kota ada orangutan dan beruang? Hanya ada di sini. Itu semua akan kita jaga dan lestarikan. Dunia sudah mengapresiasi. Kaltim ini bukan hanya akan menjadi ibu kota Indonesia, tapi juga ibu kota dunia. Paru-paru dunia akan tetap ada di sini,” tegas Isran. *(sul/her/yans/humasprovkaltim)*

Berita Terkait
Government Public Relation