Fasilitasi Hingga ke Pelukan Keluarga

Foto : Ist

"Sesuai request, nenek bikin tempe pedes manis," ujar Luklu salah seorang mahasiswa Kaltim yang sempat diobservasi di Natuna memberi kabar. Ia salah satu dari 14 pelajar Kaltim yang berhasil dievakuasi dari kota Wuhan yang lockdown, akibat virus corona. 

.

Ia telah tiba di rumah, Minggu siang (16/2/2020) setelah perjalanan panjang dari Natuna ke Jakarta dan akhirnya burung besi menerbangkannya ke Bandara APT Pranoto, tak jauh dari tempat tinggalnya di Samarinda.

.

Luapan bahagia tak bisa ia sembunyikan. Begitu pula dengan ke 13 rekan lainnya yang berbeda kota dan tempat tinggal. Perjuangan panjang ketika di Natuna membuat mereka kian akrab selayaknya saudara seperjuangan. Mereka pun saling membagi kabar pada grup WhatsApp yang sengaja dibuat untuk memudahkan komunikasi alumni observasi Natuna.

.

Berbeda dengan Luklu yang dijemput keluarga, Paulina asal Melapeh, Kutai Barat yang mendarat di Bandara SAMS Kota Balikpapan tak dijemput keluarga. Meski demikian tak sedikitpun ia khawatir. Pemprov Kaltim tetap menyediakan kendaraan hingga sampai ke pangkuan keluarga masing-masing.

.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty, sempat mencoba mencarikan penerbangan dari Balikpapan ke Kubar untuk Paulina, namun sayang belum ada penerbangan dalam waktu dekat, sehingga diputuskan Paulina lewat darat ke Kubar.

.

Meski menempuh jarak lebih dari 10 jam dan baru sampai menjelang pukul 22.00 malam Waktu Indonesia Tengah, Paulina dan keluarga besarnya di Kubar nampak lega.

.

"Saya baru sampai di rumah." ujarnya sesampai di tanah kelahiran, Kutai Barat.

.

Begitu pula dengan mahasiswi lainnya asal Kutai Timur, Syarifah Nur, Pemprov Kaltim menyediakan kendaraan dan mengawalnya hingga sampai ke pelukan keluarga di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur. (inni/her/yans/humasprovkaltim).

Berita Terkait