FGD dan Kunjungan Belajar Pengelolaan Geopark Gunung Sewu

ist

YOGYAKARTA - Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pengelolaan (perlindungan) kawasan karst, Pemerintah Provinsi Kaltim bersama instansi/lembaga terkait menggelar fokus group diskusi (FGD) sekaligus kunjungan belajar pengelolaan Geopark Gunung Sewu Yogyakarta.

"Kegiatan untuk menambah wawasan dan membangun pemahaman stakeholders terkait di Kaltim. Khususnya pengembangan Taman Bumi (Geopark) untuk destinasi wisata, pendidikan dan penelitian serta pengembangan ekonomi kerakyatan," ujar Kepalad  Dinas ESDM Kaltim Wahyu Widhi Heranata, Rabu (25/9).

Diungkapkannya, Kaltim memiliki kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat yang berada di wilayah Kabupaten Berau dan Kutai Timur.

Diakuinya, selama ini Pemprov Kaltim terus berupaya melindungi kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat. Dibuktikan dengan ditetbitkannya Peraturan Gubernur Kaltim Nomor 67 Tahun 2012 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Karst Sangkulirang-Mangkalihat di Kabupaten Berau dan Kutai Timur.

"Kawasan itu memiliki luas lahan mencapai 1.867 juta hektar. Dimana kawasan itu melingkupi 110 desa," jelasnya.

Kawasan atau desa-desa itu lanjutnya, bisa menjadi kawasan pengembangan destinasi masyarakat karst atau pengembangan ekonomi kreatif masyarakat karst.

Selain itu, objek penelitian sosial budaya masyarakat karst dan wilayah konservasi masyarakat karst.

"Karena itulah, kita melakukan FGD dan kunjungan belajar ini. Bagaimana potensi karst selain untuk kehidupan juga mampu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat sekitarnya," ungkap Wahyu.

Kegiatan dilaksanakan selama lima hari (25 - 29 September) rombongan dipimpin Kepala  Dinas ESDM Kaltim Wahyu Widhi Heranata diikuti beberapa perangkat daerah, Biro Humas Setdaprov Kaltim serta Biro Infrastruktur dan Biro Ekonomi, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata dan TNC. Ikut serta Staf Ahli ESDM Bidang Hukum dr Siti Hadijah.

Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Pusat Studi Karst Fakultas Geografi Universitas Gajah Mada. Dilanjut ke kawasan Gunung Sewu UNESCO Global Park dan Geo-Site Gunung Api Purba Kabupaten Gunung Kidul.

Hari berikutnya, rombongan Kaltim melakukan diskusi dan presentasi lessond learned Pengelolaan Ekosistem Karst terkait KBAK, Geopark dan Pengembangan Pariwisata Daerah.

Pada sesi ini menghadirkan narasumber Fakultas Geografi UGM Dr Eko Haryono, Masyarakat Geo Wisata Indonesia Dr Heryadi Rachmat, pejabat Dinas PUPR-ESDM DIY dan Dinas Pariwisata Kabupaten Gunung Kidul.

Selanjutnya, rombongan Benua Etam didampingi UGM melaksanakan kunjungan ke Geo Site Ngingrong dan Etalase Taman Batu, Museum Karst Indonesia lanjut Geo Site Kali Suci.(inni/yans/her/humasprovkaltim)

Berita Terkait