FKUB Jembatan Harmonisasi Umat

 

FKUB Jembatan Harmonisasi Umat

 

SAMARINDA – Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak dalam seminar kerukunan regional Kalimantan mengharapkan agar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) mampu berperan menjadi jembatan penghubung harmonisasi di internal umat beragama.

“Melalui perwakilan masing-masing agama harus dapat menularkan kerukunan di internal umat dan menjaga aspek sakralisasi pelaksanaan tradisi keberagamaan guna harmonisasi kehidupan,” kata Awang Faroek Ishak di Ruang  Serbaguna Ruhui Rahayu, Jumat (30/1).

Menurut dia, masing-masing agama secara vertikal memiliki keyakinan, cara, etika, susila yang dimiliki dan bersifat hakiki. Hal ini  lanjut Gubernur, merupakan pembeda antara agama yang satu dan  lainnya. 

Hubungan yang bersifat sosial dengan umat beragama lainnya juga perlu dijaga dan dikembangkan. “Konteks inilah, FKUB menjalankan fungsi sebagai wahana komunikasi berinteraksi sehingga tercipta suasana saling memahami dan saling menghormati,” ujarnya.

Selain itu, sebagai wahana mediasi setiap persoalan yang mengarah pada terjadinya konflik baik yang bersifat laten maupun manifest, juga menjadi media harmonisasi hubungan satu dengan yang lain dalam mengkomunikasikan pelaksanaan kegiatan keagamaan.

Gubernur  mengharapkan FKUB selalu melakukan sosialisasi masing-masing umat beragama agar dalam kehidupan sosial tidak bersifat eksklusif. Terutama membantu pemerintah daerah dalam menyukseskan program pembangunan.

“Bersama-sama pemerintah dan aparat keamanan ikut menjaga iklim sosial dan politik yang kondusif. Banyak hal lagi yang dapat dikerjakan FKUB untuk selalu bersinergi dengan kekuatan-kekuatan sosial masyarakat di daerah,” harap Awang Faroek.

Sementara itu Kepala Kanwil Kemenag Kaltim H Saifi mengatakan sebagai organisasi kemasyarakatan yang berbasis pada pemuliaan nilai-nilai agama maka FKUB memiliki peran dan fungsi sangat strategis dalam berperanserta membangun daerah.

“Pertemuan ini salah satu upaya kita semua untuk menyatukan persepsi pentingnya kondisi yang kondusif di Kalimantan dari ancaman terjadinya krisis multidimensional yang berdampak terganggunya keamanan dan ketertiban serta disintegrasi bangsa,” ujar Saifi.

Demikian halnya, Ketua FKUB Kaltim H Asmunie Ali menyebutkan seminar kerukunan regional Kalimantan diikuti pengurus FKUB dari lima provinsi di wilayah Kalimantan yakni Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur sebagai tuan rumah.

Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari sejak 30 Januari-1 Februari diikuti 85 peserta terdiri tiga orang pengurus FKUB provinsi serta satu orang Kepala Kanwil Kemenag dan Kepala Badan Kesbangpol provinsi.

Acara dihadiri Wakil Gubernur Kaltim HM Mukmin Faisyal dan Plt Sekprov Kaltim H Rusmadi serta ketua, pengurus dan anggota FKUB provinsi dan kabupaten/kota se-Kalimantan (Kaltim, Kalsel, Kalbar, Kalteng dan Kaltara) dan forum koordinasi pimpinan daerah serta utusan muslim Kota Busan Korea Selatan. (yans/sul/hmsprov)

 

 

Berita Terkait
Government Public Relation