Fokus Pembebasan lahan

Pembangunan Rel Kereta Api dan Kawasan Kariabu

BALIKPAPAN – Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak kembali mengingatkan para kepala daerah baik bupati maupun walikota pentingnya menyukseskan berbagai program pembangunan infrastruktur di daerah terkait pembangunan rel kereta api menuju ke kawasan pusat industri.

Menurut Gubernur, saat ini di Kaltim ada empat kawasan yang dikembangkan menjadi kawasan ekonomi dan industri. Misalnya, kawasan industri berbasis gas dan kondensat di Bontang serta kawasan industri Kariangau Balikpapan dan Buluminung (Kariabu) serta Maloy.

Sedangkan yang terkoneksi langsung dengan jalur rel kereta api adalah KIK Kariangau Balikpapan dan Buluminung Penajam Paser Utara serta KIPI Maloy Kutai Timur atau yang sekarang disebut Kawasan Ekonomi Khusus Batuta Maloy Trans Kalimantan Zone (BMTKZ).

“Saya rasa kita semua sudah berkomitmen untuk menyukseskan program pembangunan daerah juga nasional di Kaltim. Saya mohon agar kepala daerah fokus menyelesaikan pembebasan lahan terkait jalur yang dilewati rel kereta api,” kata Awang Faroek Ishak pada rapat pertemuan Pemprov Kaltim dengan Kalimantan Railways di Balikpapan, Sabtu (1/8).

Selain itu, dukungan semua pihak juga diperlukan khusus para pemilik lahan baik masyarakat maupun swasta ato perusahaan yang ternyata lahan miliknya dilewati jalur rel kereta api untuk dibebaskan.

Sementara itu Presiden Direktur PT Kereta Api Borneo Dennis Muratov mengakui pihaknya telah mengalami berbagai kemajuan dalam pembangunan proyek rel kereta api jalur menuju kawasan industri Kariabu (Kariangau Balikpapan dan Buluminung Penajam).

“Selama dua tahun kita telah mengerjakan berbagai kegiatan terkait pembangunan jalur kereta api menuju kawasan Kariabu. Memang diperlukan penelitian dan studi kelayakan serta alih teknologi sehingga terlihat lambat namun kami terus fokus dan bekerja maksimal,” ujar Dennis Muratov.

Dia menyebutkan panjang jalur kereta api yang akan dibangun PT Kereta Api Borneo dari Kutai Barat hingga mencapai kawasan Kariangau dan Buluminung diperlukan lahan sekitar 70 ribu hektar dengan lebar jalur sekitar 150 meter.

Hadir dalam pertemuan dengan jajaran PT Kereta Api Borneo, Waliota Balikpapan HM Rizal Effendi dan Bupati Penajam Paser Utara H Yusran Aspar serta pimpinan SKPD lingkup Pemprov Kaltim maupun kabupaten dan kota.(yans/hmsprov)

 PERLU DUKUNGAN. Gubernur Awang Faroek Ishak (bersama Presdir PT Kereta Api Borneo Dennis Muratov (kanan) serta Buptai Yusran Aspar (kiri) dan Walikota Balikpapan HM Rizal Effendi (belakang Awang).(johan/humasprov kaltim)

 

 

Berita Terkait
Government Public Relation