Kalimantan Timur
Fokus Penanganan, Sosial Safety Net dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terdampak

Gubernur Isran Noor menghadiri rapat koordinasi bersama Mendagri Tito Karnavian membahas fokus penanganan Covid-19. (yuvita/humasprov kaltim)

SAMARINDA - Pemerintah kembali menegaskan fokus penanganan pandemi virus corona di Indonesia meliputi penanganan wabah Covid-19, program jaring pengaman sosial (social safety net) dan  program pemberdayaan ekonomi masyarakat  terdampak.

Penegasan itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada Rapat Koordinasi (Rakor) bersama sejumlah menteri terkait, para gubernur dan bupati/walikota se-Indonesia,bl termasuk pula para wakil rakyat di parlemen. Rapat mengupas tata cara refocusing dan realokasi anggaran pada APBD tahun 2020 untuk penanganan Covid-19.

Menteri Tito Karnavian juga  memaparkan rasio penganggaran Covid-19. Yakni antara rasio alokasi anggaran dan rasio alokasi penanggulangan.

Gubernur Kaltim H Isran Noor hadir pada rapat yang dilaksanakan melaluii video conference tersebut dari ruang Heart of Borneo, Kantor Gubernur Kaltim, Jumat (17/4/2020). Sejumlah pejabat daerah ikut mendampingi.

Refocusing dan realokasi APBD tahun anggaran 2020 juga dibeber. Terutama untuk urusan refocusing belanja tidak tetap dan refocusing bantuan sosial. 

Secara terbuka dalam rapat itu juga diungkap rekap 5 daerah dengan alokasi anggaran terbesar  dan terkecil untuk penanganan Covid-19.

Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan dampak Covid-19 terhadap penerimaan negara dan daerah.

Termasuk pemotongan / penghentian belanja tidak penting untuk barang dan jasa. Anggaran akan difokuskan untuk penanganan Covid-19.

Rapat dihadiri Menteri Kesehatan dr.Terawan Agus Putranto dan  Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo. Rapat diikuti tidak kurang dari 603 orang. (mar/sul/humasprov kaltim)

Berita Terkait